Ringkasan Berita
- Momen berbeda itu terjadi saat Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta berduet dengan Masinton menghibur warga.
- Perayaan Natal Oikumene tahun ini memang menjadi hal yang berbeda.
- Pada tahun ini, perayaan Natal Oikumene dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapte…
TOPIKSERU.COM, TAPTENG – Ada hal yang berbeda pada perayaan Natal Oikumene Tapanuli Tengah 2024. Momen berbeda itu terjadi saat Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta berduet dengan Masinton menghibur warga.
Perayaan Natal Oikumene tahun ini memang menjadi hal yang berbeda. Pasalnya, perayaan ini hampir tak pernah terjadi sejak 8 tahun belakangan.
Pada tahun ini, perayaan Natal Oikumene dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (18/12).
Ribuan warga umat Kristiani dari 20 kecamatan di Tapteng bersukacita hadir ke lokasi. Acara semakin meriah saat Pj Bupati Tapteng Sugeng dan Bupati terpilih Masinton berduet menyanyikan lagu Batak.
Lagu Sai Anju mau, menjadi lagu pembuka yang disumbangkan keduanya. Hasilnya, seluruh warga yang hadir memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.
Keakraban juga tampak dari kedua orang yang berkomitmen membawa kabupaten di pesisir pantai Barat Sumut, ini naik kelas.
Pj Bupati Sugeng hadir setelah sesi ibadah selesai. Kedatangannya langsung disambut Masinton Pasaribu di depan pintu masuk GOR Pandan.
Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu bercerita bahwa sangat mengenal Sugeng Riyanta, kala dia masih duduk di legislatif.
“Saat saya di DPR RI, saya yang mengawasi kinerja Pak Sugeng di Kejaksaan. Tetapi sekarang terbalik, Pak Sugeng yang akan mengawasi kinerja saya,” kata Masinton.
Sugeng Riyanta yang mengajak Masinton duet, menyayikan lagu kedua dengan judul “Sayur Kol”.
Lagu dari salah satu band lokal ternama di Sumatera Utara, Punxgoaran. Lagu ini sempat populer dan viral di media sosial.
Ternyata, Pj Bupati Sugeng selain fokus pada tugasnya memimpin Kabupaten Tapteng, juga belajar budaya Batak, salah satunya berusaha menghafal lagu-lagu berbahasa Batak.
“Saya berusaha ingin menjadi orang Batak dengan menghafal lagu-lagu Batak,” kata Sugeng yang disambut antusias oleh warga.
Terbukti, duet keduanya dengan lagu “Sayur Kol” sukses menghipnotis warga yang hadir.
Sorak-sorai menggema, semua ikut bergoyang. Ada yang berjoget dan ada pula yang sekadar menghentakkan kaki dan menggoyangkan tangan. Semua larut dalam kebahagiaan.







