Lingkungan

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Medan Mulai Dibangun 2026, Solusi Baru Atasi Krisis Sampah Perkotaan

×

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Medan Mulai Dibangun 2026, Solusi Baru Atasi Krisis Sampah Perkotaan

Sebarkan artikel ini
PSEL Medan
Ilustrasi - Fasilitas waste-to-energy di Indonesia, yang menunjukkan bagaimana sampah rumah tangga dapat diubah menjadi listrik bersih melalui teknologi modern. (Gambar dihasilkan oleh Canva AI)

Topikseru.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan proyek waste to energy atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) akan mulai dibangun pada tahun 2026.

Proyek strategis nasional ini digadang menjadi terobosan besar dalam pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih di wilayah Medan Raya.

“PSEL direncanakan berlokasi di Kota Medan dan akan mencakup wilayah Medan Raya, termasuk Kabupaten Deli Serdang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (12/11/2025).

Menurut Heri, pembangunan PSEL merupakan bagian dari program strategis nasional yang diterapkan di 10 kabupaten/kota di Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk mengatasi penumpukan sampah di kawasan padat penduduk, terutama kota besar seperti Medan.

“Pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada 2026. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar proyek PSEL berjalan sukses dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah Daerah

Sebagai bentuk kesiapan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah menandatangani Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Sampah Menjadi Energi Listrik dengan Wali Kota Medan Rico Waas dan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan pada 6 November lalu di Kantor Gubernur Sumut.

Heri menjelaskan, PSEL nantinya akan mengubah sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi seperti listrik, panas, hingga bahan bakar alternatif.

“Dengan PSEL, sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber energi terbarukan yang bisa memberi nilai tambah,” tuturnya.

Baca Juga  Bobby Nasution Gratiskan Cicilan Kredit UMKM di Tapanuli Utara, Ini Alasannya

Produksi Sampah Capai Ribuan Ton per Hari

Berdasarkan data DLHK Sumut, Kota Medan menghasilkan 1.200 – 1.700 ton sampah per hari, sementara Kabupaten Deli Serdang sekitar 1.400 ton per hari. Jumlah yang terus meningkat ini menjadi alasan utama pemerintah mempercepat realisasi proyek PSEL.

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025 – 2034, tercatat bahwa porsi energi baru terbarukan di Sumatera Utara baru mencapai 51% dari total 1.531 MW.

Dengan beroperasinya PSEL Medan Raya, kapasitas listrik dari sumber terbarukan diharapkan meningkat signifikan.

“Kehadiran PSEL ini juga diharapkan mampu memperluas akses energi bersih di Sumatera Utara, yang kini sudah mencapai tingkat elektrifikasi rumah tangga sebesar 99,81%,” kata Heri.

Masuk Daftar 10 Kota Prioritas Nasional

Proyek PSEL Medan Raya menjadi bagian dari 10 kota prioritas nasional pengembangan energi terbarukan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Selain Medan, proyek serupa juga tengah disiapkan di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Tangerang, Semarang Raya, dan wilayah Jawa Barat.

Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya disebut memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Selain mengurangi volume sampah, PSEL juga akan menghasilkan energi terbarukan, menciptakan lingkungan kota yang bersih, dan mendukung target bauran energi nasional,” pungkas Heri.