Lingkungan

Dua Pekan Ronda Malam, Warga Desa Blang Monlung Aceh Jaya Cegah Gajah Liar Masuk Permukiman

×

Dua Pekan Ronda Malam, Warga Desa Blang Monlung Aceh Jaya Cegah Gajah Liar Masuk Permukiman

Sebarkan artikel ini
gajah liar Aceh Jaya
Gajah sumatera memakan daun pohon hijau di hutan. Foto: iStock

Ringkasan Berita

  • "Sudah 12 hari kami melakukan ronda bersama untuk menghalau gajah yang akan masuk ke permukiman dan perkebunan kami,"…
  • Salah seorang warga, Hasrizal, mengatakan ronda dilakukan secara swadaya sejak gajah-gajah liar mulai mendekati desa …
  • Menurut Hasrizal, keberadaan gajah liar tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Topikseru.com, Aceh Jaya – Warga Desa Blang Monlung, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, terpaksa melakukan ronda malam selama dua pekan terakhir guna mencegah gajah liar masuk ke kawasan permukiman dan perkebunan mereka.

Salah seorang warga, Hasrizal, mengatakan ronda dilakukan secara swadaya sejak gajah-gajah liar mulai mendekati desa dan merusak tanaman warga.

“Sudah 12 hari kami melakukan ronda bersama untuk menghalau gajah yang akan masuk ke permukiman dan perkebunan kami,” ujar Hasrizal di Aceh Jaya, Selasa (6/1/2026).

Menurut Hasrizal, keberadaan gajah liar tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Warga merasa gelisah karena hewan berukuran besar itu kerap mendekati rumah penduduk, terutama pada malam hari.

“Kami gelisah, takut gajah masuk ke permukiman,” katanya.

Selain ancaman keselamatan, gajah liar juga telah menyebabkan kerusakan tanaman warga, khususnya kelapa sawit dan pisang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

“Tanaman sawit dan pisang warga sudah banyak yang rusak,” ujar Hasrizal.

Dia menjelaskan, hingga kini warga hanya mengandalkan peralatan seadanya untuk menghalau gajah, seperti melakukan pengusiran secara berkelompok dan menggunakan mercon yang dibeli secara mandiri.

Baca Juga  Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Kawasan Kebun Sawit PT Rapala

“Selama ini kami hanya mengandalkan alat seadanya, termasuk mercon yang kami beli secara swadaya,” ucapnya.

Warga pun berharap pihak terkait, seperti Polisi Hutan (Polhut) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), segera turun tangan untuk mengamankan situasi dan mengarahkan gajah agar kembali ke habitat alaminya.

“Kami sangat berharap pihak terkait segera menghalau gajah tersebut karena sudah sangat meresahkan warga, apalagi gajah juga mulai masuk ke desa lainnya,” kata Hasrizal.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh Jaya, Supriadi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait kemunculan gajah liar di Desa Blang Monlung.

“Untuk informasi gajah masuk kebun warga di Blang Monlung sudah kita terima, dan hari ini sudah kita salurkan mercon kepada warga,” ujar Supriadi.

Dia menjelaskan, sebelumnya stok mercon milik BKSDA sempat kosong karena terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh, sehingga penyaluran bantuan sempat tertunda.

“Stok mercon sempat habis karena kondisi banjir, namun sekarang sudah tersedia kembali,” katanya.

Supriadi menambahkan, penyaluran mercon merupakan langkah awal. Jika gajah liar masih belum menjauh dari permukiman, BKSDA akan menurunkan tim penanganan konflik satwa ke lokasi.

“Untuk tahap awal kita salurkan mercon dulu. Jika gajah belum keluar, maka akan kita turunkan tim, namun saat ini sebagian tim masih berada di luar daerah karena penanganan banjir,” ujarnya.