Ringkasan Berita
- Bagi umat Islam, hari Jumat bukan sekadar akhir pekan.
- Dalam khazanah fiqih Islam, Jumat diposisikan sebagai sayyidul ayyam – penghulu segala hari – yang memuat keutamaan s…
- Melansir nu.or.id, dalam kitab Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab wa As-Sunnah, DR Muhammad Bakar Isma’il menegaskan bahw…
Topikseru.com – Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengerjakan berbagai amalan hari Jumat, salah satunya memperbanyak membaca shalawat.
Bagi umat Islam, hari Jumat bukan sekadar akhir pekan. Dalam khazanah fiqih Islam, Jumat diposisikan sebagai sayyidul ayyam – penghulu segala hari – yang memuat keutamaan spiritual tak tertandingi dibanding hari lainnya.
Melansir nu.or.id, dalam kitab Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab wa As-Sunnah, DR Muhammad Bakar Isma’il menegaskan bahwa hari Jumat dipilih langsung oleh Allah SWT sebagai hari raya mingguan umat Islam.
Setiap Jumat, jutaan muslim berkumpul menunaikan shalat Jumat, menjadikannya momen kebersamaan, ukhuwah, dan refleksi diri.
Hari Istimewa, Pahala Berlipat
Tak hanya shalat Jumat yang membuat hari ini mulia. Para ulama menekankan, Jumat menjadi ladang amal yang luas karena di dalamnya terdapat saat istijabah, yaitu waktu di mana doa seorang hamba mustajab, meski Allah SWT merahasiakan kapan tepatnya waktu tersebut.
Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak ibadah sunnah pada hari Jumat. Mulai dari dzikir, membaca shalawat, hingga membaca Surat Al-Kahfi.
Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan
Berikut beberapa amalan hari Jumat yang sering ditekankan:
Shalat Jumat Berjamaah: Kewajiban bagi muslim laki-laki yang baligh, dengan pahala yang sangat besar.
Membaca Surat Al-Kahfi: Salah satu sunnah yang dipercaya dapat memberikan cahaya antara dua Jumat.
Perbanyak Shalawat: Rasulullah SAW bersabda, hari Jumat adalah waktu terbaik memperbanyak shalawat.
Dzikir dan Doa: Memanfaatkan waktu istijabah dengan berdoa penuh keyakinan.
Mandi Jumat dan Berpakaian Rapi: Sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya mingguan ini.
Nabi Muhammad Saw bersabda:
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثَرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فّإنَّ صّلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟- أي بَلِيْتَ- قَالَ: إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأرْضِ أنْ تَأكُلَ أجْسَادِ الْأنْبِيَاءِ—سنن ابن ماجه
“Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi? Rasulullah SAW menjawab: Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi-Nya,” (HR Ibnu Majah, 1075)
Adapun anjuran membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat atau hari Jumat yakni:
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُذْرِيّ قَالَ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
“Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia berkata, Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jumat, maka Allah SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan rumah yang penuh dengan keindahan,” (Sunan Ad-Darimi, 3273).
Amalan hari Jumat bukan sekadar ritual mingguan. Ia menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menata hidup, memperbanyak amal, dan memperkuat tali silaturahmi. Nilai keberkahan Jumat menumbuhkan semangat kolektif untuk lebih dekat dengan Allah SWT.









