Ringkasan Berita
- Meski kerap luput dari sorotan publik, fakta menunjukkan beberapa negara ASEAN menginvestasikan anggaran besar demi m…
- Singapura memiliki armada tempur modern seperti F-15SG Strike Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan telah resmi memesan je…
- Royal Thai Air Force (RTAF) terkenal dengan pesawat tempur Saab JAS 39 Gripen buatan Swedia, yang disokong armada F-1…
Topikseru.com – Bicara soal kekuatan militer, khususnya angkatan udara, kawasan Asia Tenggara menyimpan persaingan yang menarik. Meski kerap luput dari sorotan publik, fakta menunjukkan beberapa negara ASEAN menginvestasikan anggaran besar demi membangun pasukan udara terkuat di kawasan.
Pertanyaannya, di mana posisi Indonesia?
Berikut Daftar Pasukan Udara Terkuat ASEAN

1. Singapura: Kecil Tapi Bertaji
Di puncak daftar kekuatan udara ASEAN, nama Singapura hampir tak tergeser. Meski hanya negara pulau kecil, Republic of Singapore Air Force (RSAF) dikenal sebagai salah satu angkatan udara paling canggih di Asia.
Singapura memiliki armada tempur modern seperti F-15SG Strike Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan telah resmi memesan jet siluman F-35B Lightning II dari Amerika Serikat.
Dengan dukungan radar, sistem pertahanan udara, hingga pilot yang rutin berlatih di luar negeri, RSAF disebut-sebut setara dengan kekuatan udara negara maju.
2. Thailand: Rajanya Jet Gripen
Thailand menempati posisi kedua di ASEAN. Royal Thai Air Force (RTAF) terkenal dengan pesawat tempur Saab JAS 39 Gripen buatan Swedia, yang disokong armada F-16A/B Fighting Falcon.
Meski jumlahnya tidak besar, modernisasi teknologi dan kemampuan tempurnya menjadikan Thailand tetap disegani.
Thailand juga aktif merawat kemampuan radar dan pesawat intai untuk mendukung pertahanan wilayah udara.
3. Indonesia: Kekuatan Besar yang Terus Berbenah
Lalu di mana posisi Indonesia? TNI Angkatan Udara (TNI AU) menduduki peringkat ketiga pasukan udara terkuat di ASEAN.
Dengan luas wilayah yang membentang, Indonesia harus mengoperasikan armada pesawat tempur di beberapa pangkalan utama.
Inventaris TNI AU saat ini mencakup F-16 Fighting Falcon, Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker, hingga Hawk 209.
Tak hanya itu, Indonesia juga menanti kedatangan pesawat tempur Rafale buatan Prancis dan jet tempur generasi 4.5 F-15EX Eagle II dari Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana modernisasi kekuatan udara nasional.
4. Vietnam: Warisan dan Modernisasi
Posisi keempat ditempati Vietnam, negara dengan sejarah panjang dalam operasi udara. Angkatan udara Vietnam mengoperasikan pesawat tempur buatan Rusia seperti Sukhoi Su-27SK, Su-30MK2, dan berbagai pesawat pendukung.
Modernisasi radar serta latihan rutin di Laut Cina Selatan membuat Vietnam tetap diperhitungkan.
5. Malaysia: Sempat Jaya, Kini Tertatih
Royal Malaysian Air Force (RMAF) berada di posisi kelima. Malaysia memiliki jet tempur MiG-29N (yang kini sebagian di-grounded), Sukhoi Su-30MKM, dan F/A-18D Hornet.
Namun, keterbatasan anggaran dan isu perawatan membuat kekuatan udara Malaysia tak sekuat dekade sebelumnya.
Mengapa Perlu Kuat?
Bagi negara-negara ASEAN, pasukan udara adalah garda depan pertahanan dan simbol kedaulatan wilayah.
Laut China Selatan, jalur perdagangan padat, hingga situasi geopolitik Asia-Pasifik menjadi alasan utama mengapa armada udara terus diperkuat.
Dengan posisi ketiga, Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar untuk mengejar modernisasi penuh pasukan udara.
Namun rencana mendatangkan Rafale, F-15EX, serta kerja sama pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae bersama Korea Selatan menjadi sinyal bahwa TNI AU tidak mau tertinggal.






