Edukasi

7 Cara Berhenti Kecanduan Judi Online Sebelum Terlambat: Renungkan dan Temukan Alasan!

×

7 Cara Berhenti Kecanduan Judi Online Sebelum Terlambat: Renungkan dan Temukan Alasan!

Sebarkan artikel ini
PPATK
Ilustrasi - PPATK blokir rekening dormant, transaksi judi online nyungsep

Topikseru.com – Kecanduan judi atau judi online bukan sekadar kebiasaan buruk. Di mata medis, perilaku ini resmi dikategorikan sebagai gangguan mental berdasarkan pedoman Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Fifth Edition (DSM-5).

Lebih mengkhawatirkan, candu judi tak hanya merusak keuangan, tetapi juga menjerumuskan pelakunya pada utang, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengabaian anak, bahkan bunuh diri.

Baca Juga  Berhenti Bermain Judol! Begini Cara Mesin Judi Online Membius Pemain: Dari Algoritma Curang hingga Psikologi Kecanduan

Lantas, mungkinkah melepaskan diri dari jerat taruhan yang menghancurkan ini?

Jawabannya: bisa, jika mau memulai langkah-langkah kecil dengan disiplin dan dukungan orang terdekat.

7 Cara Ampuh Berhenti Kecanduan Judol

Berikut ini 7 cara ampuh berhenti judi online yang layak dicoba, merujuk pada panduan psikologi dan pengalaman praktis para mantan pecandu.

1. Akui Diri Kecanduan Judi

Langkah pertama justru yang tersulit: mengakui diri kecanduan judi.

Banyak penjudi terjebak dalam penyangkalan. Di satu sisi sadar, di sisi lain justru makin ingin bermain.

Pecandu biasanya baru tergerak berhenti ketika aktivitas judi mulai memporakporandakan keuangan, keluarga, atau reputasi sosial.

Baca Juga  Bongkar Mitos: Benarkah Akun Perempuan Selalu Menang Judi Online?

2. Renungkan Hidup yang Hancur karena Judi

Jangan anggap enteng. Renungkan kembali bagaimana judi mengubah hidup Anda: utang menumpuk ke teman, pasangan, keluarga; kesehatan fisik terabaikan; rokok, alkohol, bahkan narkoba jadi teman setia meja taruhan.

Tulislah “daftar dosa” ini agar Anda sadar, perjudian lebih banyak merusak daripada menguntungkan.

3. Cari Tahu Alasan di Balik Kecanduan

Setiap orang punya pemicu. Ada yang berjudi untuk melupakan masalah, ada yang tergiur cepat kaya. Kenali akar masalahnya. Dari situ, Anda bisa mulai membenahi sumber stres yang menjerumuskan ke taruhan.

4. Terus Terang dengan Orang Terdekat

Penjudi sering menutup diri. Akibatnya, orang terdekat menduga yang bukan-bukan: selingkuh, depresi, atau sakit berat.

Bicarakan terus terang dengan keluarga atau sahabat tepercaya. Dukungan moral dari orang terdekat kerap jadi benteng kuat untuk menolak godaan judi online.

Baca Juga  Stop Judol, Google Gemini Nyatakan Kemenangan Pemain Judi Online Nol Persen

5. Blokir Akses Judi Online

Kunci terbesar lepas candu: putus akses ke platform judi bola, slot online, atau situs sejenis. Gunakan fitur parental control, ganti nomor rekening, atau minta bantuan profesional IT.

Ingat, judi bukan pelarian stres yang sehat. Lambat laun, Anda akan menyadari, kerugian selalu lebih besar dari kemenangan.

6. Serahkan Kendali Keuangan

Minta pasangan, orang tua, atau teman kepercayaan memegang kendali keuangan sementara.

Cara ini mencegah uang habis di meja taruhan dan memutus siklus gali lubang tutup lubang untuk bayar utang judi.

7. Alihkan Fokus dengan Kegiatan Positif

Saat sakau judi datang, alihkan perhatian ke aktivitas produktif: ikut olahraga menantang, belajar keterampilan baru, membaca buku, atau menekuni hobi lama.

Baca Juga  Daftar Hitam 400 Ribu Rekening Judi Online: Langkah Baru Kemkomdigi Perangi Judol Digital

Minggu pertama adalah masa terberat. Sakau judi bisa muncul tiba-tiba. Tetap sibuk adalah cara terbaik untuk melewati masa kritis.

Lepas dari kecanduan judi online memang bukan proses sehari semalam. Namun, dengan kesadaran, dukungan orang terdekat, serta langkah strategis, Anda bisa keluar dari lingkaran destruktif ini.

Jika perlu, jangan ragu meminta bantuan profesional, konselor, atau komunitas rehabilitasi kecanduan.