Ringkasan Berita
- Jejak Kasus: Dari Jakarta hingga Surabaya Di Jakarta, seorang pekerja lepas berinisial DS (32) mengaku kehilangan sal…
- Modus Baru Undangan Pernikahan, Target Luas Kasus phishing dengan tema pernikahan mulai marak sejak pertengahan 2024,…
- Baru-baru ini, modus phishing berkedok undangan pernikahan marak beredar melalui pesan WhatsApp, SMS, dan email.
Topikseru.com – Di balik tampilan elegan dan sapaan manis khas undangan pernikahan digital, tersimpan ancaman siber yang kian mengkhawatirkan. Baru-baru ini, modus phishing berkedok undangan pernikahan marak beredar melalui pesan WhatsApp, SMS, dan email.
Sekilas tampak meyakinkan, tapi sekali diklik, data pribadi pengguna bisa raib dalam hitungan detik.
Serangan ini bukan hanya menyasar masyarakat awam, tapi juga karyawan korporat hingga pejabat instansi pemerintah.
Modusnya sederhana, yakni pelaku mengirim tautan (link) yang mengarah ke halaman undangan palsu, lengkap dengan nama pengantin, tanggal resepsi, bahkan ilustrasi lokasi. Begitu korban mengklik, malware langsung bekerja menguras informasi penting dari perangkat.
Modus Baru Undangan Pernikahan, Target Luas
Kasus phishing dengan tema pernikahan mulai marak sejak pertengahan 2024, namun lonjakannya signifikan di pertengahan 2025 menjelang musim pernikahan nasional.
Korban biasanya menerima pesan pribadi dari nomor tidak dikenal, berisi link menuju undangan digital. Nama file atau domain biasanya disamarkan, misalnya:
– undangan-pernikahan.com/nama-kamu
– weddingcard.digital-invite.site
– File APK atau PDF berjudul “Undangan Nikah Adik Saya”
Dalam beberapa kasus, link tersebut mengandung malware yang mencuri password, PIN, OTP, dan informasi rekening bank.
Jejak Kasus: Dari Jakarta hingga Surabaya
Di Jakarta, seorang pekerja lepas berinisial DS (32) mengaku kehilangan saldo e-wallet hingga Rp 4 juta setelah membuka tautan undangan yang dikirim temannya.
Di Surabaya, seorang staf HRD salah satu perusahaan swasta kehilangan akses ke email kantor karena memasukkan kredensial di halaman palsu yang mirip login Google.
Mengapa Banyak yang Tertipu?
Pakar menyebut keberhasilan modus ini karena tiga hal:
- Rasa ingin tahu tinggi
- Tampilan profesional dan meyakinkan
- Tekanan waktu atau rasa bersalah jika tidak membuka undangan
Selain itu, masyarakat belum cukup awas terhadap ciri-ciri link phishing, apalagi yang menyamar sebagai sesuatu yang dianggap personal dan membahagiakan seperti undangan pernikahan.
Ciri-ciri Link Phishing Undangan Pernikahan:
- Tautan dari nomor asing atau tidak tersimpan di kontak.
- Domain tidak resmi, seperti *.site, *.xyz, atau *.click.
- Desain undangan terlalu generik atau tidak mencantumkan identitas pengirim yang jelas.
- Meminta untuk menginstal aplikasi (APK) atau login menggunakan akun Google.
- Ada permintaan aneh seperti “konfirmasi kehadiran” dengan login akun bank.
Cara Melindungi Diri
– Jangan klik link dari sumber yang tidak dikenal.
– Verifikasi ke teman atau kerabat jika ragu atas kebenaran undangan.
– Pasang antivirus dan aktifkan fitur anti-phishing di browser.
– Jangan mengunduh file APK atau aplikasi dari link yang mencurigakan.
– Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun penting.







