Topikseru.com, Jakarta – Teks Khutbah Jumat 10 Januari 2026: Media Sosial dan Ujian Kejujuran di mana saat ini kita hidup di era modern yang serba cepat. Hampir setiap orang dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang tua bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia.
Media sosial kini menjadi ruang berbagi informasi yang mudah diakses. Namun, dengan kemudahan tersebut terkadang orang-orang tidak melakukan kroscek dan verifikasi informasi terlebih dahulu sehingga kemudian terjebak dalam berita bohong atau hoaks.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ، وَحَذَّرَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَالزُّورِ وَنَشْرِ الْبُهْتَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِينُ، الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Mengawali khutbah Jumat pada siang hari ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan terutama nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar yang kita miliki.
Tak lupa pula shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.
Khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allah Taala berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali-Imran: 102).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Saat ini kita hidup di era modern yang serba cepat. Hampir setiap orang dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang tua bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia.
Media sosial kini menjadi ruang berbagi informasi yang mudah diakses. Namun, dengan kemudahan tersebut terkadang orang-orang tidak melakukan kroscek dan verifikasi informasi terlebih dahulu sehingga kemudian terjebak dalam berita bohong atau hoaks.
Menurut Moh Dulkiah dkk dalam Jurnalnya “Pola Penyebaran Hoaks pada Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam di Bandung Jawa Barat”, Hoaks merupakan penyebaran informasi yang disusupi kebohongan demi kepentingan tertentu.
Komdigi menjelaskan bahwa, secara keseluruhan, kategori dan jumlah temuan konten hoaks meliputi kategori politik sebanyak 237 konten, pemerintahan sebanyak 214 konten, kesehatan sebanyak 163 konten, kebencanaan sebanyak 145 konten, lain-lain sebanyak 84 konten.
Di sisi lain, temuan hoaks kategori internasional dan pencemaran nama baik sebanyak 50 konten, perdagangan sebanyak 35 konten, kejahatan sebanyak 33 konten, keagamaan dan pendidikan sebanyak 8 konten serta mitos sebanyak 6 konten.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam Islam, Allah Ta’ala melalui Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menjaga diri dari bahaya menerima informasi secara mentah tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu”. (QS Al-Hujurat: 6).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Syekh Nawawi Banten dalam tafsirnya Marah Labid jilid 2 hal 436 menjelaskan bahwa ayat di atas turun untuk Walid bin Uqbah, saudara Utsman bin Affan. Syekh Nawawi berkata:
نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِي الْوَلِيْدِ بْنِ عُقْبَةَ أَخِيْ عُثْمَانَ لِأُمِّهِ، بَعَثَهُ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَنِيْ الْمُصْطَلِقِ لِيَجِيْءَ بِصَدَقَاتِهِمْ، وَكَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ عَدَاوَةٌ فِيْ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا سَمِعُوْا بِهِ تَلَقَّوْهُ تَعْظِيْمًا لِأَمْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، فَجَاءَ مِنَ الطَّرِيْقِ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَقَالَ: إِنَّهُمْ مَنَعُوْا صَدَقَاتِهِمْ وَأَرَادُوْا قَتْلِيْ، فَغَضِبَ الرَّسُوْلُ، فَأَرَادَ هُوَ أَنْ يَغْزُوَهُمْ، فَنَهَاهُ اللهُ عَنْ ذَلِكَ
Artinya, “Ayat ini turun untuk Walid bin Uqbah, saudara Utsman. Nabi Muhammad SAW mengutusnya untuk menemui Bani Musthaliq guna mengambil sedekah dari mereka. Pada masa jahiliah, terdapat permusuhan antara Walid dan Bani Musthaliq.
Ketika mendengar kedatangan Walid, Bani Musthaliq menyambutnya dengan baik sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Sekembalinya Walid menemui Rasulullah SAW, ia berkata, ‘Mereka (Bani Musthaliq) enggan menyerahkan sedekah mereka dan hendak membunuhku.’ Nabi Muhammad SAW pun marah dan hendak memerangi mereka. Namun Allah mencegah hal tersebut dengan menurunkan ayat ini.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Lebih lanjut, melalui peristiwa tersebut, Allah Ta’ala memberikan peringatan yang sangat penting kepada umat Islam agar tidak mudah mempercayai setiap kabar atau informasi yang diterima, terlebih apabila kebenarannya belum jelas.
Melalui ayat ini pula, Allah memerintahkan kepada kita untuk melakukan penelitian dan verifikasi terlebih dahulu terhadap setiap berita, agar kita tidak terjerumus ke dalam bahaya hoaks yang dapat menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Terkait hal ini, Ibnu Asyur dalam kitab Tahrir wa at-Tanwir juz 26 halaman 231 menyampaikan penjelasannya sebagai berikut:
وَالْأَمْرُ بِالتَّبَيُّنِ أَصْلٌ عَظِيمٌ فِي وُجُوبِ التَّثَبُّتِ فِي الْقَضَاءِ وَأَنْ لَا يَتَتَبَّعَ الْحَاكِمُ الْقِيلَ وَالْقَالَ وَلَا يَنْصَاعَ إِلَى الْجَوَلَانِ فِي الْخَوَاطِرِ مِنَ الظُّنُونِ وَالْأَوْهَامِ
Artinya: “Perintah untuk melakukan tabayyun atau meneliti informasi merupakan dasar yang kuat dalam penetapan kewajiban untuk mencari bukti yang pasti dalam memutuskan suatu perkara, agar seorang hakim tidak mengikuti ucapan-ucapan yang beredar dan tidak terjebak dalam bahaya prasangka.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk menjaga lisan dan tangan kita, agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Hal ini penting dilakukan agar kita tidak terjerumus ke dalam perbuatan dusta, yaitu menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sejalan dengan hal tersebut, inilah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari berita hoaks:
Pertama, berhati-hati terhadap judul berita yang bersifat provokatif, karena berita hoaks sering kali menggunakan judul yang sensasional untuk memancing emosi pembaca.
Kedua, mencermati alamat situs sumber berita. Apabila berita berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain blog pribadi, maka informasi tersebut patut diragukan.
Ketiga, memeriksa fakta dengan memperhatikan asal berita serta siapa pihak yang menjadi sumber informasi tersebut. Keempat, mengecek keaslian foto atau video.
Di era teknologi digital saat ini, tidak hanya teks yang dapat dimanipulasi, tetapi juga gambar dan video.
Tidak jarang pembuat berita palsu mengedit visual untuk memprovokasi pembaca. Demikian khutbah ini khatib sampaikan.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita semua dan menjauhkan kita dari perbuatan dosa, khususnya dosa berdusta dengan menyebarkan berita-berita hoaks yang beredar di media sosial.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu.












