EdukasiNews

Tim Pengabdian USU Latih Keterampilan Protokoler Santri di Pondok Pesantren Al-Husna

×

Tim Pengabdian USU Latih Keterampilan Protokoler Santri di Pondok Pesantren Al-Husna

Sebarkan artikel ini
Tim Pengabdian USU
Tim Pengabdian USU berfoto bersama santri di Pesantren Al-Husna seusai pelatihan keterampilan protokoler. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita

  • Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Husna, di Jalan Pelajar Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Del…
  • Arief Marizki Purba, dosen Ilmu Komunikasi USU dan Dra.
  • Menurutnya, dengan jumlah santri yang mencapai 4 juta di Indonesia, pesantren menghadapi tantangan besar dalam menyer…

TOPIKSERU.COM, DELI SERDANG – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan pelatihan pengembangan keterampilan protokoler bagi santri.

Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Husna, di Jalan Pelajar Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (19/6) lalu.

Arief Marizki Purba, dosen Ilmu Komunikasi USU dan Dra. Lina Sudarwati, dosen jurusan Ilmu Sosiologi memimpin tim pengabdian USU.

Dia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan protokoler bagi para santri.

Selain itu, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi protokoler dalam berbagai bidang profesi.

“Kami mencoba menerapkan kegiatan protokoler ini sebagai salah satu cara dalam membuka akses pekerjaan bagi mereka, setidaknya dapat meningkatkan kemampuan soft skill mereka,” kata Arief pada Senin, (22/7).

Baca Juga  Ombudsman Sumut Pasang Patok Lahan di Kawasan Hutan Lindung yang Diserobot Perusahaan Tambak

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan menyediakan dukungan keterampilan praktis dan komunikasi yang relevan, terkhusus profesi yang berkaitan dengan lingkungan Pesantren Al-Husna.

Arief menjelaskan minimnya akses pekerjaan oleh lulusan pesantren di Indonesia, mendorong tim pengabdian USU ini menggelar pelatihan tersebut.

“Latar belakang kegiatan itu adalah kesulitan lulusan santri di Indonesia dalam mendapatkan pekerjaan karena minimnya pengalaman praktis dan keterampilan non-teknis penunjang kerja,” ujar Arief.

Menurutnya, dengan jumlah santri yang mencapai 4 juta di Indonesia, pesantren menghadapi tantangan besar dalam menyerap lulusan mereka.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Husna Abrar Mahbob Bahry mengatakan pihaknya sangat terbuka terhadap kegiatan tersebut, alasannya melibatkan para santri untuk berkontribusi pada kegiatan akademik dan praktis.

“Pengabdian yang diselenggarakan oleh USU itu, sangat memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial, khususnya bagi warga pesantren di sini,” kata Abrar.

Arief berharap melalui pelatihan ini para santri dapat memperoleh keterampilan protokoler untuk meningkatkan peluang kerja mereka di masa depan.(Zei/topikseru.com)