Ringkasan Berita
- "Heeh, kok temannya ganti-ganti melulu gitu," kata Gisel, mencoba membayangkan sudut pandang Gempi, saat berbincang d…
- Ia mengakui, kebiasaannya mengenalkan pasangan baru kepada Gempi memang berpotensi menimbulkan kebingungan.
- Menurutnya, tidak ada satu pola asuh yang cocok untuk semua keluarga.
Topikseru.com – Penyanyi Gisella Anastasia blak-blakan soal pola asuhnya kepada sang putri, Gempita Nora Marten. Ia mengakui, kebiasaannya mengenalkan pasangan baru kepada Gempi memang berpotensi menimbulkan kebingungan.
“Heeh, kok temannya ganti-ganti melulu gitu,” kata Gisel, mencoba membayangkan sudut pandang Gempi, saat berbincang dengan Melaney Ricardo dalam tayangan di kanal YouTube Trans 7, Minggu (10/8/2025).
Meski sadar potensi dampak psikologisnya, mantan istri Gading Marten itu tetap memilih bersikap terbuka.
Menurutnya, tidak ada satu pola asuh yang cocok untuk semua keluarga.
“Customize untuk setiap kondisi rumah tangga. Beda-beda, ya,” ujarnya.
Keterbukaan Jadi Kunci
Gisel menjelaskan, pendekatan yang ia terapkan kepada Gempi adalah keterbukaan total. Menyembunyikan identitas pasangan atau hubungan baru bukanlah pilihannya.
“Buat aku sama Gempi itu sangat tidak memungkinkan aku untuk enggak ngenalin ini,” ungkapnya.
Alasan utamanya, kata Gisel, karena Gempi tergolong anak yang cerdas. Ia khawatir, jika memilih berbohong atau bermain “petak umpet” soal pasangan, justru akan menciptakan beban emosional yang lebih berat.
“Karena anaknya pintar. Jadi ketimbang dia merasa dibohongi, kita sembunyi-sembunyi, main hide and seek, itu berat,” tutur pelantun “Pencuri Hati” ini.
Menjaga Kepercayaan Anak
Bagi Gisel, keterbukaan adalah cara terbaik untuk menjaga kepercayaan anak terhadap orang tuanya.
Dia ingin Gempi tumbuh dengan rasa aman dan tanpa perasaan bahwa ada rahasia besar yang disembunyikan darinya.
“Yang penting, hubungan ibu dan anak tetap sehat. Gempi tahu bahwa apapun yang terjadi, mamanya nggak akan nutup-nutupi,” katanya.
Langkah Gisel ini memicu perbincangan publik, terutama soal cara orang tua tunggal membangun komunikasi dengan anak dalam situasi rumah tangga yang dinamis.







