Ringkasan Berita
- Memaksa Grant dan rombongan baru untuk bertahan hidup dari kejaran Spinosaurus dan Velociraptor di pulau yang kini me…
- Di mana Film Jurassic Park III menjanjikan memiliki kadar action dan ketegangan yang lebih tinggi daripada dua film s…
- Alan Grant yang ditipu oleh sepasang suami istri kaya untuk memandu tur di Isla Sorna (Situs B) dengan dalih liburan,…
Topikseru.com – Sinopsis Film Jurassic Park III (2001) sebuah film yang perangkan oleh Sam Neill akan tayang di Bioskop Trans TV hari ini Minggu 21 Desember 2025 Pukul 21.00 WIB malam ini.
Di mana Film Jurassic Park III menjanjikan memiliki kadar action dan ketegangan yang lebih tinggi daripada dua film sebelumnya, apakah film ini bisa tampil lebih baik?
Sinopsis Jurassic Park III
Dr. Alan Grant yang ditipu oleh sepasang suami istri kaya untuk memandu tur di Isla Sorna (Situs B) dengan dalih liburan, padahal tujuan mereka adalah mencari anak mereka yang hilang, Eric, yang terdampar di sana setelah serangan dinosaurus.
Memaksa Grant dan rombongan baru untuk bertahan hidup dari kejaran Spinosaurus dan Velociraptor di pulau yang kini menjadi habitat dinosaurus liar tersebut, hingga akhirnya diselamatkan oleh Dr. Ellie Sattler.
Pasangan suami istri yang memiliki motif tersembunyi berhasil meyakinkan Dr. Grant untuk menemani mereka berlibur ke pulau Isla Sorna, tetapi pendaratan mereka yang tidak mulus mengejutkan berbagai jenis dinosaurus yang menghuni pulau tersebut.
Jurassic Park III melanjutkan dua film sebelumnya yang sukses di bawah arahan Steven Spielberg, tapi kini kursi sutradara diserahkan kepada Joe Johnston.
Memiliki cerita yang tidak berdasarkan novel karya Michael Crichton, penulisan naskah untuk film ini memiliki banyak kendala, mulai dari ide hingga berkali-kali mengganti penulis naskah.
Hingga akhirnya ide cerita dari Peter Buchman ditulis oleh Alexander Payne dan Jim Taylor yang dipilih.
Uniknya, saat syuting sudah berlangsung, naskah masih terus ditulis dan belum diketahui bagaimana akhir ceritanya.
Film dibuka dengan sebuah peristiwa parasailing menegangkan yang menimpa bocah berusia 12 tahun di sekitar pantai Isla Sorna.
Perahu boat yang menarik parasut mereka secara mengejutkan hancur dan krunya terlihat tewas.
Ben, kekasih ibunya yang terbang bersama Eric, mengambil keputusan untuk melepaskan tali dari perahu boat dan mendaratkan mereka di tengah-tengah pulau.
Dr. Alan Grant menghasilkan penemuan baru tentang risetnya terhadap Velociraptor bahwa mereka mahir dalam berkomunikasi dan bekerja secara berkelompok.
Rekan sekaligus muridnya, Bill, berhasil membuat replika tenggorokan Velociraptor dengan pahatan dari komputer.
Tersirat jika Dr. Grant, Dr. Ellie dan Malcolm masing-masing menulis buku tentang kejadian yang mereka alami di Jurassic Park.
Sepasang suami istri, Paul dan Amanda, membujuk Dr. Grant untuk menemani mereka ke pulau Isla Sorna untuk berlibur.
Meski tidak setuju pada awalnya, dengan rayuan pemberian dana penelitian, akhirnya dia dan Billy ikut terbang ke pulau tersebut bersama pasangan ini dan tiga personil tur lainnya.
Pendaratan mereka di pulau itu langsung dikejutkan oleh serangan mendadak dari Spinosaurus.
Alur Cerita Utama:
Pancingan ke Isla Sorna: Dr. Alan Grant, seorang ahli paleontologi yang masih trauma, dibujuk oleh Paul dan Amanda Kirby (sepasang suami istri dengan motif tersembunyi) untuk memandu tur udara di Isla Sorna, “Pulau B”, dengan imbalan dana penelitiannya.
Terjebak di Pulau:
Setibanya di sana, pendaratan darurat terjadi akibat serangan dinosaurus, membuat mereka terdampar dan harus bertahan hidup. Eric Kirby, anak mereka, ternyata sudah lebih dulu ada di pulau itu.
Pertarungan dengan Dinosaurus: Kelompok ini menghadapi berbagai dinosaurus berbahaya, terutama Spinosaurus yang besar dan agresif, serta kawanan Velociraptor yang pintar.
Penyelamatan:
Grant dan yang lainnya berhasil menghubungi Dr. Ellie Sattler, mantan rekannya, yang kemudian datang bersama tim militer untuk menyelamatkan mereka dari pulau tersebut, membawa serta Eric dan Billy yang terluka.
Akhir:
Mereka berhasil diselamatkan, dan para Pteranodon yang sempat menjadi ancaman kini terbang bebas saat mereka meninggalkan pulau, menandai berakhirnya petualangan menegangkan tersebut.













