Topikseru.com – Selama lebih dari tiga dekade, The Simpsons tidak pernah benar-benar pergi dari ruang publik. Serial animasi ini terus hidup, bukan karena mengklaim diri sebagai peramal masa depan, melainkan karena lelucon-lelucon satirnya berkali-kali terasa seperti kenyataan yang datang lebih cepat dari dugaan.
Dari terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, hingga akuisisi Fox oleh Disney, banyak momen membuat publik bertanya-tanya: apakah ini sekadar kebetulan, atau ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar humor?
Kini, sorotan itu kembali mengarah pada satu angka: 2026.
Sejumlah episode lama The Simpsons kembali viral. Potongan adegan disandingkan dengan peristiwa global yang belum terjadi, namun terasa akrab. Di media sosial, kata “prediksi” kembali mengemuka.
Tapi benarkah The Simpsons meramal masa depan, atau justru kita yang terlalu sering hidup dalam pola yang sama?
Final Piala Dunia: Portugal vs Meksiko?
Klaim paling ramai menyebut The Simpsons telah “memprediksi” final Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Meksiko, lengkap dengan tanggal 19 Juli 2026.
Rujukannya berasal dari episode The Cartridge Family (Season 9, 1997), yang menampilkan iklan televisi fiktif pertandingan sepak bola antara dua negara tersebut.
Namun jika ditelusuri lebih jauh, episode itu tidak pernah menyebut Piala Dunia FIFA, tidak mencantumkan tahun, lokasi, apalagi hasil pertandingan.
Meski demikian, spekulasi terlanjur menggelinding. Portugal dan Meksiko sama-sama telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, dengan Meksiko berstatus tuan rumah. Di titik inilah kebetulan terasa “terlalu pas” bagi sebagian orang.
UFO, Alien, dan Rasa Ingin Tahu yang Tak Pernah Padam
Episode The Springfield Files (Season 8) kembali mencuat. Homer Simpson bertemu sosok bercahaya misterius di hutan, sebuah parodi klasik tentang UFO.
Puluhan tahun kemudian, isu ini justru terasa lebih dekat. Pemerintah AS semakin terbuka soal UAP (Unidentified Aerial Phenomena), sementara astronom mencatat keberadaan objek antarbintang 3I/ATLAS, yang memicu kembali diskusi tentang kemungkinan kehidupan di luar Bumi.
The Simpsons tidak pernah menawarkan jawaban. Ia hanya mengolok-olok rasa ingin tahu manusia yang kerap bercampur antara sains, harapan, dan sensasi.
Cuaca Ekstrem dan Paradoks Iklim
Episode Skinner’s Sense of Snow (Season 12) menggambarkan Springfield lumpuh akibat badai salju ekstrem di pertengahan Januari. Adegan ini kembali viral karena dianggap relevan dengan fenomena polar vortex dan cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
Ironisnya, badai salju ekstrem justru meningkat di tengah pemanasan global. Paradoks iklim ini sejak lama menjadi bahan sindiran The Simpsons, bahwa krisis lingkungan sering dipahami terlambat, setelah dampaknya tak lagi bisa dihindari.
Proyek Ambisius dan Janji Populis
Dalam Marge vs. the Monorail (Season 4), Springfield menerima dana besar dan menghabiskannya untuk proyek monorel ambisius yang berakhir kacau.
Tiga dekade berselang, episode ini terasa seperti dokumentasi sosial. Proyek mercusuar, keputusan populis, dan pembengkakan anggaran masih berulang di berbagai negara hingga 2025. The Simpsons tidak menyebut tahun 2026, tetapi mengingatkan bahwa kesalahan yang sama selalu menemukan panggung baru.
Mars, Bisnis, dan Mimpi Kosmik
Episode The Marson Chronicles (Season 27) menempatkan misi kolonisasi Mars pada 2026, digerakkan oleh perusahaan swasta.
Satir ini terasa dekat ketika Elon Musk menyebut target peluncuran Starship ke Mars pada akhir 2026. Banyak pakar menilai target itu terlalu optimistis, namun The Simpsons seolah tidak tertarik pada keberhasilan teknisnya.
Yang disindir adalah mimpi kosmik yang dibungkus sponsor, media, dan kepentingan bisnis—bahwa eksplorasi luar angkasa pun tak luput dari logika pasar.
Risiko Lingkungan dan Nuklir
Sosok Mr. Burns selalu menjadi simbol kelalaian lingkungan demi keuntungan. Kritik ini kembali relevan ketika pada 2025 sejumlah putusan hukum di AS membuka jalan bagi pembuangan limbah radioaktif dari bekas pembangkit nuklir ke lingkungan sekitar.
The Simpsons sejak awal memperingatkan: normalisasi risiko sering terjadi bukan karena ketidaktahuan, melainkan karena kepentingan ekonomi.
Pengawasan, Media, dan Hilangnya Privasi
Episode Homer Badman (Season 6) menggambarkan bagaimana kesalahpahaman kecil berubah menjadi skandal nasional akibat framing media.
Kini, di era AI, pengenalan wajah, CCTV, dan algoritma media sosial, pola itu hadir dalam skala jauh lebih besar. Menjelang 2026, privasi bukan lagi hak dasar, melainkan kemewahan yang semakin mahal.
Bukan Ramalan, Melainkan Cermin
Pada akhirnya, The Simpsons tidak meramal masa depan secara literal. Serial ini membaca pola manusia: ambisi, keserakahan, ketakutan, dan absurditas yang terus berulang.
Jika banyak “prediksi”-nya terasa tepat, mungkin bukan karena The Simpsons tahu apa yang akan terjadi, melainkan karena kita jarang benar-benar berubah.
Dan mungkin, di situlah letak kegelisahannya, bukan karena masa depan sudah ditulis, tetapi karena kesalahan lama terus kita ulangi dengan wajah yang berbeda.






