Ringkasan Berita
- Bukan hanya karena kiprahnya di pemerintahan sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), tetapi juga karena la…
- Kini, sepak terjang pria yang akrab disapa Noel itu kembali menjadi perbincangan usai dirinya terjaring OTT KPK.
- Aktivis 98 dan Loyalis Jokowi Immanuel lahir di Jakarta pada 1970-an.
Topikseru.com – Nama Immanuel Ebenezer mendadak jadi sorotan publik. Bukan hanya karena kiprahnya di pemerintahan sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), tetapi juga karena latar belakang panjangnya sebagai aktivis, politisi, hingga loyalis Presiden Joko Widodo.
Kini, sepak terjang pria yang akrab disapa Noel itu kembali menjadi perbincangan usai dirinya terjaring OTT KPK.
Aktivis 98 dan Loyalis Jokowi
Immanuel lahir di Jakarta pada 1970-an. Namanya mulai dikenal luas saat terlibat dalam gerakan mahasiswa Reformasi 1998.
Dia aktif di berbagai organisasi yang menentang rezim Orde Baru. Dari situ, reputasi Noel sebagai aktivis jalanan tak bisa dilepaskan.
Belakangan, ia semakin menonjol ketika mendirikan Relawan Jokowi Mania (Joman), yang menjadi salah satu motor pemenangan Joko Widodo dalam pemilihan presiden.
Immanuel Ebenezer atau Noel dikenal vokal membela kebijakan Jokowi, sekaligus kerap menyerang kelompok oposisi.
Masuk ke Arena Politik Formal
Perjalanan Noel tak berhenti di dunia relawan. Ia sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, perusahaan BUMN di bawah Pupuk Indonesia. Penunjukan itu menandai langkah pertamanya masuk ke struktur formal pemerintahan.
Karier politiknya menanjak lebih jauh ketika Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Penunjukan Noel saat itu dipandang sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaannya kepada Jokowi.
Kontroversi dan Gaya Blak-blakan
Immanuel dikenal dengan gaya bicara lugas, bahkan kerap menimbulkan kontroversi. Ia beberapa kali membuat pernyataan keras terhadap lawan politik pemerintah.
Gaya blak-blakan itu membuatnya dicintai pendukung, tetapi juga menuai kritik keras dari pihak lain.
Kini Terseret OTT KPK
Kiprahnya yang penuh warna kini mendapat catatan baru setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dirinya pada Kamis, 21 Agustus 2025. OTT itu terkait dugaan pemerasan bersama sepuluh orang lain.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum Noel, termasuk kemungkinan menetapkannya sebagai tersangka.
Apapun hasilnya, perjalanan politik Immanuel Ebenezer—dari jalanan 98 hingga kursi Wamenaker—akan selalu tercatat sebagai salah satu kisah paling penuh warna dalam politik kontemporer Indonesia.










