Hukum & Kriminal

Sosok AKBP Oloan Siahaan, Kapolres yang Tembak Remaja Diduga Tawuran di Belawan

×

Sosok AKBP Oloan Siahaan, Kapolres yang Tembak Remaja Diduga Tawuran di Belawan

Sebarkan artikel ini
AKBP Oloan Siahaan
Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan. Foto: Antara

Ringkasan Berita

  • Kasusnya bermula ketika menembak remaja 15 tahun saat terjadi tawuran di Jalan Tol Balmera, pada Minggu (4/5) dini hari.
  • Kali ini melibatkan Kepala Polres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan.
  • Saat ini, Oloan sedang di Penempatan Khusus (Patsus) dan diperiksa oleh Propam.

Topikseru.com, MEDAN – Kasus penembakan polisi terhadap warga sipil kembali terulang. Kali ini melibatkan Kepala Polres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan. Kasusnya bermula ketika menembak remaja 15 tahun saat terjadi tawuran di Jalan Tol Balmera, pada Minggu (4/5) dini hari.

Saat ini, Oloan sedang di Penempatan Khusus (Patsus) dan diperiksa oleh Propam. Dan yang terbaru adalah hasil penyelidikan oleh Kepolisian Nasional Indonesia (Kompolnas).

Berikut sejumlah fakta terkait kasus hingga sosok AKBP Oloan Siahaan yang telah dirangkum:

1. AKBP Oloan Siahaan Tembak Remaja 15 tahun Hingga Tewas

Berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Oloan Siahaan, baru menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan sejak Maret 2025.

Oloan bertugas di Polres Pelabuhan Belawan menggantikan AKBP Janton Silaban.

Namun, belum lama mengemban tugas, pria ini menjadi sorotan lantaran menembak dua orang remaja, hingga menewaskan salah satu diantaranya berinisial MS 15 tahun pada Sabtu (3/5) dinihari kemarin.

Perbuatannya tersebut dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan telah dinonaktifkan. Kini AKBP Oloan sedang menjalani penempatan khusus (Patsus) di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

“Dugaan kuat Kapolres Belawan salah membaca level ancaman dan mengambil respons atas ancaman itu,” kata komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, di Polda Sumut, pada Jumat (9/5/2025).

2. Pernah Terlibat Kasus dugaan Suap

AKBP Oloan Siahaan ternyata pernah diduga terlibat dalam kasus suap yang menyeret nama Kapolrestabes Medan pada 2022. Saat itu Kapolrestabes Medan dijabat oleh Kombes Riko Sunarko.

Kasusnya berkaitan penggelapan uang sebesar Rp 600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, bekas personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Saat itu, Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dan Riko Sunarko membantah adanya praktik suap dilingkungan kepolisian.

Baca Juga  Kasus Penembakan Anak oleh Kapolres Belawan Masih Gelap, LBH Medan Desak Transparansi Penegakan Hukum

Panca kala itu membantah tudingan dan Riko mengaku tidak mengetahui kasus penggelapan uang yang dilakukan anggotanya bernama Ricardo.

Kasus itu mencuat setelah adanya kabar bahwa uang sebesar Rp 300 juta diterima mereka dari seorang bandar narkoba yang ingin membayar polisi untuk melepaskan istrinya.

Nama Oloan Siahaan terseret dalam kasus itu, setalah hasil pemeriksaan tim gabungan mengenai perintah Riko kepada Oloan. Yang saat itu Oloan diminta membelikan sepeda motor seharga Rp 13 juta untuk diberikan pada prajurit TNI.

Tujuannya sebagai hadiah terhadap anggota Koramil yang berhasil mengungkap peredaran ganja.

3. Tindakan Oloan Menembak Remaja Mendapat Dukungan

Sebelum sampai pada perkembangan terbaru terkait kasus ini, banyak muncul dukungan terhadap Oloan. Tak tanggung, dukungan bahkan datang dari pimpinan lembaga legislatif di Kota Medan.

Pimpinan DPRD kota Medan, Hadi Suhendra, mendukung langkah Oloan melakukan penembakan terhadap para pelaku tawuran di Kecamatan Medan Belawan.

“Aksi tawuran di Belawan sudah lama terjadi dan seolah tidak ada habisnya. Pihak kepolisian sudah berkali-kali mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas, tetapi aksi tawuran masih terus terjadi. Sebagai Pimpinan DPRD Medan saya mendukung langkah tegas Kapolres Belawan, Pak Oloan Siahaan yang memberikan tindakan tegas kepada para pelaku tawuran,” kata Hadi Suhendra kepada wartawan, Senin (5/5) lalu.

Selain itu, dukungan kepada AKBP Oloan juga datang dari DPRD Sumut, melalui Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, dengan menyebut tindakan Kapolres Belawan menembak seorang remaja diduga terlibat tawuran, sudah tepat.

Menurutnya, aksi AKBP Oloan tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan dirinya saat diserang oleh sejumlah pelaku tawuran termasuk korban.

“Dari informasi yang kita dengar, bahwa sikap defensif dari pihak Polres Belawan terakait adanya tawuran yang dilakukan oleh dua kelompok pemuda di Belawan, saya kira (tindakan) itu, jika dari kacamata pengamanan sudah tepat,” kata Zeira kepada, Selasa (6/5).