Hukum & Kriminal

Pencurian Besi Rel Kereta di Asahan, PT KAI Sumut: Ancaman Serius bagi Keselamatan Penumpang

×

Pencurian Besi Rel Kereta di Asahan, PT KAI Sumut: Ancaman Serius bagi Keselamatan Penumpang

Sebarkan artikel ini
KAI Sumut
PT KAI Sumut melalui Polsuska mengamankan seorang pelaku pencurian besi rel atau besi ballast stopper. Foto: Humas PT KAI Sumut

Ringkasan Berita

  • Seorang pria berinisial S (40) tertangkap basah mencuri besi ballast stopper, komponen vital penahan batu balas rel k…
  • Aksi pencurian ini terjadi di KM 30+200/300, tepat saat petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) melakukan patroli…
  • Mereka mencurigai suara benturan logam sekitar 30 meter dari posisi patroli.

Topikseru.com – PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara (PT KAI Sumut) kembali menghadapi ancaman serius terhadap keselamatan perjalanan kereta, dengan menangkap seorang pelaku pencuri besi rel kereta api.

Seorang pria berinisial S (40) tertangkap basah mencuri besi ballast stopper, komponen vital penahan batu balas rel kereta api, di jalur Stasiun Teluk Dalam – Pulu Raja, Asahan, Senin (30/6).

Aksi pencurian ini terjadi di KM 30+200/300, tepat saat petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) melakukan patroli rutin. Mereka mencurigai suara benturan logam sekitar 30 meter dari posisi patroli.

Saat didekati, tampak enam pria sedang mengangkat besi penahan rel menggunakan mobil pick up. Lima orang berhasil kabur, namun satu pelaku berhasil diamankan di lokasi.

“Kejahatan terhadap aset negara seperti ini sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin dalam keterangan resminya.

Baca Juga  KAI Sumut Ingatkan Warga: Jangan Bakar Sampah di Dekat Rel, Bisa Ganggu Masinis dan Sebabkan Kecelakaan!

Dia menyebut besi ballast stopper sangat penting untuk menjaga kestabilan rel dan mendukung operasional perjalanan yang aman.

Kerugian Material dan Ancaman Lebih Besar

Pencurian ini diperkirakan menyebabkan kerugian material hingga Rp47,25 juta, namun menurut As’ad, ancaman yang lebih besar justru ada pada potensi kecelakaan atau gangguan operasional yang bisa mengorbankan nyawa penumpang.

Dari tangan pelaku, petugas menyita 15 batang besi ballast stopper, 1 unit mobil pick up, serta 1 buah timbangan.

Sementara pelaku S telah diserahkan ke Polsek Pulau Raja untuk proses hukum lebih lanjut. KAI juga melibatkan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan untuk penanganan teknis di lapangan.

PT KAI Sumut Ajak Masyarakat Jaga Aset Negara

KAI Divisi Regional I Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan infrastruktur perkeretaapian, terutama di jalur-jalur non-komersial yang rawan pencurian.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan aset kereta api demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Kerja sama masyarakat sangat penting untuk mendukung perjalanan kereta api yang andal dan selamat,” kata As’ad.