Hukum & Kriminal

Ada Senpi Jenis Beretta di Rumah Topan Ginting, KPK Gandeng Kepolisian Selidiki

×

Ada Senpi Jenis Beretta di Rumah Topan Ginting, KPK Gandeng Kepolisian Selidiki

Sebarkan artikel ini
Topan Ginting
Penampakan sepucuk senjata api jenis Beretta di rumah Topan Ginting saat penggeledahan oleh KPK. Foto: Tangkapan layar video

Ringkasan Berita

  • KPK menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri legalitas kepemilikan dan tujuan senjata tersebut.
  • "Asal dari senjata akan didalami oleh penyidik," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, …
  • Dua pucuk senjata api masing-masing jenis pistol Beretta dengan tujuh butir peluru, dan senapan angin lengkap dengan …

Topikseru.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan senjata api (senpi) dari rumah mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting saat melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap proyek jalan di Sumatera Utara.

Dua pucuk senjata api masing-masing jenis pistol Beretta dengan tujuh butir peluru, dan senapan angin lengkap dengan dua pak amunisi.

KPK menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri legalitas kepemilikan dan tujuan senjata tersebut.

“Asal dari senjata akan didalami oleh penyidik,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (2/7).

KPK Terus Telusuri Jejak Dana dan Aset

Tak hanya dokumen dan uang tunai, KPK masih melanjutkan penggeledahan di sejumlah lokasi lain untuk mencari aliran dana, keterlibatan aktor tambahan, serta jejak suap yang lebih dalam.

Baca Juga  Fakta Pengeroyokan Tragis Mahasiswa Hingga Tewas di Depan Masjid Agung Sibolga, Keluarga Tuntut Keadilan

“Kami akan terus menelusuri bukti-bukti lainnya,” tegas Budi.

KPK Temukan Uang Rp 2,8 Miliar di Rumah Topan Ginting

KPK terus mendalami dugaan aliran dana dan pihak-pihak yang terkait dalam dugaan suap proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut).

Setelah menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, tim penyidik KPK kini menyasar rumah pribadi Topan Obaja Putra Ginting (TOP), Kadis PUPR Sumut yang kini nonaktif.

Hasilnya mencengangkan, terdapat uang tunai Rp 2,8 miliar dan dua senjata api.

“Di lokasi tersebut ditemukan uang cash sejumlah 28 pak dengan nilai total sekitar Rp2,8 miliar,” kata Budi Prasetyo.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 26 Juni 2025.

Dalam OTT itu, KPK mencium bau busuk dari sejumlah proyek jalan strategis di Sumatera Utara yang nilainya mencapai Rp 231,8 miliar.