Hukum & Kriminal

Siswi SMA Medan Disekap dan Dianiaya Pria yang Baru Dikenal dari Facebook

×

Siswi SMA Medan Disekap dan Dianiaya Pria yang Baru Dikenal dari Facebook

Sebarkan artikel ini
Siswi SMA Medan
Suci Yolanda Ganda (17), siswi kelas III SMA di Kota Medan, menjadi korban penganiayaan

Ringkasan Berita

  • Suci Yolanda Ganda (17), siswi kelas III SMA di Kota Medan, menjadi korban penganiayaan brutal setelah diajak ke kos …
  • Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Pancing, Medan.
  • Menurut keterangan keluarga, Suci awalnya diajak bertemu oleh pelaku yang membujuknya untuk datang ke kos tempat ting…

Topikseru.com – Pertemuan yang semula berawal dari perkenalan di media sosial berubah menjadi petaka. Suci Yolanda Ganda (17), siswi kelas III SMA di Kota Medan, menjadi korban penganiayaan brutal setelah diajak ke kos seorang pria yang baru dikenalnya lewat Facebook.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Pancing, Medan. Menurut keterangan keluarga, Suci awalnya diajak bertemu oleh pelaku yang membujuknya untuk datang ke kos tempat tinggalnya. Tak menaruh curiga, korban pun menurutinya.

Namun, ketika tiba di lokasi, pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan. Suci menolak. Penolakan itu justru memicu amarah pelaku hingga melakukan pemukulan di bagian wajah korban dan menyekapnya selama satu hari.

“Anak saya tak pulang selama satu hari. Di kosan, dia dianiaya karena menolak diperkosa,” kata Yunita Afrina, ibu korban, dengan suara bergetar. Ia menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kondisi Korban Masih Trauma

Dalam kondisi tak berdaya, Suci akhirnya berusaha mencari celah untuk bisa pulang. Dengan alasan tertentu, pelaku akhirnya mengantarnya kembali ke rumah di Kecamatan Medan Denai.

Melihat kondisi anaknya yang penuh lebam, keluarga segera melarikan Suci ke RSUD Dr. Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Pasien masuk dengan keluhan sakit kepala dan luka lembam di wajah. Saat ini kondisinya sudah membaik dan sadar, tetapi masih dirawat di ruang opname,” ujar Gibson Girsang, Humas RS Pirngadi Medan.

Polisi Bergerak Cepat

Kepolisian memastikan pelaku telah diamankan. Saat ini, penyidik masih mendalami motif dan latar belakang aksi penganiayaan tersebut.

“Pelaku sudah dalam pengawasan. Proses hukum terus berjalan,” kata seorang penyidik yang enggan disebut namanya.

Jerat Media Sosial dan Bahaya Kepercayaan Instan

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras tentang bahaya pertemanan instan di media sosial.

Di balik janji pertemuan yang terlihat biasa, tersimpan risiko ancaman serius bagi remaja yang lengah.

Pertanyaan publik kini hanya satu: apakah hukum mampu memberi rasa adil dan perlindungan bagi korban, sekaligus memberi efek jera bagi pelaku kekerasan berbasis relasi di dunia maya?