Hukum & Kriminal

KPK Beber Keberadaan Wamenaker Immanuel Ebenezer dan 13 Orang Lainnya

×

KPK Beber Keberadaan Wamenaker Immanuel Ebenezer dan 13 Orang Lainnya

Sebarkan artikel ini
Immanuel Ebenezer
Wamenaker Immanuel Ebenezer

Ringkasan Berita

  • Hingga Jumat (22/8) siang, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
  • "Pihak-pihak yang diamankan masih di sini ya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (22/8).
  • Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3 Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto sebelumnya mengonfirmasi bahwa OTT ini berkaitan d…

Topikseru.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer ditangkap bersama 13 orang lain dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga Jumat (22/8) siang, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Pihak-pihak yang diamankan masih di sini ya,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (22/8).

Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto sebelumnya mengonfirmasi bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dalam operasi senyap tersebut, KPK juga menyita puluhan kendaraan bermotor, termasuk 22 unit roda empat dan roda dua, yang diduga terkait kasus tersebut.

Baca Juga  KPK: Penggunaan Jet Pribadi Kaesang Pangarep Bukan Gratifikasi

Selain itu, ruang kerja di Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker dan K3) Kemenaker turut disegel.

Kronologi OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer Masih Ditahan

Meski kabar beredar bahwa OTT berkaitan dengan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah pabrik di Depok, Jawa Barat, KPK masih menahan informasi detail.

“Nanti detailnya. Kronologinya seperti apa terkait dengan kegiatan tangkap tangan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, siang atau sore ini kami update lagi ya,” ujar Budi Prasetyo.

Kasus ini sontak menjadi perhatian publik, mengingat Immanuel Ebenezer dikenal luas sebagai aktivis sebelum masuk kabinet.

Jika terbukti, kasus dugaan pemerasan ini berpotensi menjadi pukulan telak bagi citra Kementerian Ketenagakerjaan serta pemerintah secara keseluruhan.