Ringkasan Berita
- "Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukunga…
- Keputusan tersebut, menurut Andi, ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM Prof.
- DH Diduga Otak Penculikan Polda Metro Jaya sebelumnya membenarkan bahwa Dwi Hartono (DH), motivator sekaligus pengusa…
Topikseru.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan DH, mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) kampus Jakarta, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang atau Kacab Bank BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
“Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum,” kata Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana dalam keterangan resminya, Rabu (13/8).
Keputusan tersebut, menurut Andi, ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA.
UGM Kutuk Kekerasan, Hormati Proses Hukum
UGM menegaskan sikapnya dengan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ilham Pradipta serta mengecam segala bentuk kekerasan.
“UGM menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan, menjunjung asas praduga tak bersalah, dan berkomitmen menjaga integritas serta profesionalisme,” ujar Andi.
Ia menambahkan, kampus mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas.
“Kami berharap keadilan dapat terwujud bagi semua pihak,” katanya.
DH Diduga Otak Penculikan
Polda Metro Jaya sebelumnya membenarkan bahwa Dwi Hartono (DH), motivator sekaligus pengusaha bimbingan belajar daring, merupakan salah satu aktor intelektual atau otak penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta.
DH ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya bersama dua tersangka lain di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8) malam. Sehari kemudian, polisi kembali meringkus seorang pelaku di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Hingga kini, total 15 orang telah diamankan terkait kasus tersebut, terdiri dari para eksekutor maupun aktor intelektual.
Tragedi yang Mengguncang Publik
Kasus pembunuhan ini menambah daftar panjang tindak kriminal dengan modus penculikan yang menyeret kalangan berpendidikan tinggi. Keterlibatan seorang mahasiswa pascasarjana UGM sebagai tersangka membuat kasus ini semakin menyita perhatian publik.
UGM, yang dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, menegaskan langkah penonaktifan sebagai wujud komitmen menjaga nama baik kampus.







