Hukum & Kriminal

Misteri Gadis 14 Tahun di Labusel Terungkap: Hamil karena Sepupu, Dilecehkan Abang Kandung

×

Misteri Gadis 14 Tahun di Labusel Terungkap: Hamil karena Sepupu, Dilecehkan Abang Kandung

Sebarkan artikel ini
Labusel
Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring Muham didampingi Kasat Reskrim, AKP Endang R Ginting dan Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Ilham Lubis merilis pengungkapan kasus bunuh diri karena hamil, Rabu (27/8/2025)

Ringkasan Berita

  • Namun, misteri kematiannya akhirnya terkuak: korban depresi karena hamil akibat perbuatan sepupu, sekaligus dilecehka…
  • Awalnya, warga geger lantaran remaja itu ditemukan tewas mengakhiri hidup di rumahnya, Jumat (22/8/2025).
  • Barang Bukti dan Catatan Harian Dari hasil pengungkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korb…

Topikseru.com – Tragedi memilukan menimpa seorang gadis belia berusia 14 tahun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Awalnya, warga geger lantaran remaja itu ditemukan tewas mengakhiri hidup di rumahnya, Jumat (22/8/2025).

Namun, misteri kematiannya akhirnya terkuak: korban depresi karena hamil akibat perbuatan sepupu, sekaligus dilecehkan abang kandungnya sendiri.

“Kedua tersangka sudah dilakukan penahanan. Sepupu korban yang menghamilinya, sementara abang kandungnya melakukan pelecehan,” ujar Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring Muham, didampingi Kasat Reskrim AKP Endang R Ginting dan Kapolsek Kampung Rakyat AKP Ilham Lubis, Rabu (27/8/2025).

Jejak Kecurigaan dari Perut yang Membesar

Saat pertama kali ditemukan tewas, kondisi perut korban tampak membesar, memunculkan tanda tanya di kalangan keluarga dan warga.

Meski jenazah sempat dikebumikan, kecurigaan itu membuat keluarga akhirnya melapor ke polisi.

Sehari kemudian, aparat bersama keluarga melakukan ekshumasi (penggalian kubur) dan autopsi. Hasilnya mengejutkan, korban terbukti sedang hamil.

Baca Juga  Polisi Selidiki Truk Pengangkut Puluhan Motor yang Terbakar di Labusel

Dari penyelidikan, polisi mengungkap peran dua orang terdekat korban, yakni KHM (25), sepupu yang menghamilinya, dan N (20), abang kandung yang tega melakukan pelecehan.

“Korban depresi karena hamil, sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” terang Kapolres.

Barang Bukti dan Catatan Harian

Dari hasil pengungkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, kain yang digunakan untuk mengakhiri hidup, sebuah ponsel, hingga buku diary dan catatan tulis korban.

Dari tangan tersangka KHM, turut disita sebuah ponsel yang diduga berhubungan dengan kasus ini.

Barang-barang tersebut kini menjadi bagian penting dalam pembuktian perkara yang telah menjerat dua tersangka.

Komitmen Hentikan Kekerasan terhadap Anak

Kasus ini menambah daftar panjang tragedi kekerasan seksual terhadap anak di Sumatera Utara.

Kapolres Labusel menegaskan pihaknya, bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labuhanbatu Selatan, akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan seksual dan pelecehan.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah prioritas. Tidak ada ruang bagi predator kekerasan di wilayah kami,” tegas AKBP Aditya.

Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bagi masyarakat dan aparat terkait: betapa rentannya anak di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual, bahkan oleh orang terdekatnya sendiri.