Hukum & Kriminal

Lima Pria Mengaku Petugas BNN Aniaya Warga di Deli Serdang, Ditangkap Massa

×

Lima Pria Mengaku Petugas BNN Aniaya Warga di Deli Serdang, Ditangkap Massa

Sebarkan artikel ini
BNN
Kapolsek Pantai Labu, Iptu Sujarwo S.Psi M.H

Ringkasan Berita

  • Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam dan berakhir dengan penangkapan para pelaku oleh polisi.
  • Kapolsek Pantai Labu, Iptu Sujarwo S.Psi M.H, membenarkan penangkapan tersebut.
  • Ditangkap Massa di Desa Tengah Menurut Sujarwo, kelima pria itu sempat diamankan puluhan warga Dusun I, Desa Tengah, …

Topikseru.com – Lima pria yang mengaku sebagai petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) ditangkap warga setelah menganiaya seorang warga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam dan berakhir dengan penangkapan para pelaku oleh polisi.

Kapolsek Pantai Labu, Iptu Sujarwo S.Psi M.H, membenarkan penangkapan tersebut.

“Sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan,” kata Sujarwo saat dihubungi Topikseru.com, Sabtu (13/9/2025).

Ditangkap Massa di Desa Tengah

Menurut Sujarwo, kelima pria itu sempat diamankan puluhan warga Dusun I, Desa Tengah, Kecamatan Pantai Labu.

Mereka dicurigai setelah langsung menangkap dan memborgol seorang warga tanpa alasan jelas.

“Bahkan, lima pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. Saat warga menanyakan identitas, mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai petugas resmi BNN. Selanjutnya diamankan oleh massa,” ujarnya.

Polisi Turun Tangan

Warga kemudian melaporkan insiden itu ke Polsek Pantai Labu. Polisi segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membawa para pelaku ke kantor polisi.

“Setelah menerima informasi, kami langsung ke lokasi kejadian. Para pelaku dibawa ke Polsek untuk menghindari amukan massa,” jelas Sujarwo.

Polisi Dalami Motif

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif sebenarnya dari tindakan para pria tersebut.

“Kami masih dalami kenapa mereka melakukan pemborgolan terhadap korban,” tutur Sujarwo.

Kasus ini menjadi sorotan lantaran aksi mengaku-ngaku sebagai aparat seringkali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindak kriminal.