Hukum & Kriminal

Satu Keluarga di Labuhanbatu Dibacok Secara Brutal saat Tidur, Pelaku Diduga Masih Kerabat

×

Satu Keluarga di Labuhanbatu Dibacok Secara Brutal saat Tidur, Pelaku Diduga Masih Kerabat

Sebarkan artikel ini
Labuhanbatu
Ilustrasi - Penganiayaan satu keluarga di Labuhanbatu

Topikseru.com – Satu keluarga di Kampung Padang, Dusun Sidodadi B, Kecamatan Pangkatan X, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi korban penganiayaan brutal pada Sabtu (27/9/2025) dini hari.

Tiga korban, yakni Jumadi (62), Tri Febri Wardani (24), dan Wahyu Pristi Wardani (22) mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

Peristiwa itu dibenarkan oleh keponakan korban, Gumilar Aditya Nugroho, saat dikonfirmasi Topikseru.com.

Kronologi Penganiayaan

Menurut Gumilar, pelaku masuk ke rumah korban melalui atap sekitar dini hari. Ia langsung menyasar kamar Tri Febri Wardani dan melakukan penyerangan.

“Pelaku masuk dari atas atap rumah. Kemudian masuk ke kamar Tri dan langsung menganiaya. Korban lalu berteriak minta tolong,” ujar Gumilar.

Teriakan itu didengar adiknya, Wahyu Pristi Wardani, yang mencoba menolong. Namun pelaku justru ikut membacok Wahyu tanpa ampun.

Baca Juga  Bobby Nasution Tinjau Jalan di Sumut yang Rusak 30 Tahun

Keduanya berteriak hingga sang ayah, Jumadi, terbangun. Alih-alih melarikan diri, pelaku juga menyerang sang ayah secara membabi buta.

“Istri paman saya selamat karena lari masuk ke kamar dan mengunci pintu. Pelaku lalu kabur,” tambah Gumilar.

Pelaku Diduga Punya Hubungan Keluarga

Gumilar menegaskan bahwa peristiwa ini bukan kasus pencurian, melainkan penyerangan yang sengaja direncanakan.

“Pelaku masih ada hubungan keluarga. Ia masuk dan langsung menyerang. Sepertinya memang berniat menghabisi nyawa,” katanya.

Polisi Sudah Amankan Pelaku

Kapolsek Bilah Hilir, Polres Labuhanbatu, AKP Andita Sitepu, membenarkan insiden ini dan menyatakan bahwa pelaku telah ditangkap.

“Kami sudah amankan pelakunya. Saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui motifnya,” ujar Andita.