Hukum & KriminalNews

Casis TNI AL Dibunuh Oknum POM Lanal Nias, Mengaku Pendidikan Ternyata Dibuang

×

Casis TNI AL Dibunuh Oknum POM Lanal Nias, Mengaku Pendidikan Ternyata Dibuang

Sebarkan artikel ini
Asmara

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan penjelasan dari paman korban, Yanikasi Telaumbanua (35), sebelumnya Iwan Sutrisman Telaumbanua akan mengi…
  • Semula, keluarga mengira korban sedang mengikuti pendidikan, ternyata setelah setahun baru terungkap bahwa korban tew…
  • "Paiman memang kenal dengan Serda Adan Aryan, sehingga meminta bantuan untuk mengurus Iwan.

TOPIKSERU.COM, NIAS SELATAN – Seorang warga Kabupaten Nias Selatan bernama Iwan Sutrisman Telaumbanua (21), calon siswa (casis) TNI AL menjadi korban pembunuhan oknum personel POM AL Lanal Nias.

Semula, keluarga mengira korban sedang mengikuti pendidikan, ternyata setelah setahun baru terungkap bahwa korban tewas dibunuh anggota POM TNI AL Serda Pom Adan Aryan Marsal.

Berdasarkan penjelasan dari paman korban, Yanikasi Telaumbanua (35), sebelumnya Iwan Sutrisman Telaumbanua akan mengikuti tes seleksi Bintara TNI AL gelombang II tahun 2022 di Lanal Nias.

Oleh sebab itu, salah seorang anggota keluarga bernama Antonius Paiman Telaumbanua meminta Serda Adan Aryan Marsal membantu korban.

“Paiman memang kenal dengan Serda Adan Aryan, sehingga meminta bantuan untuk mengurus Iwan. Serda Adan meminta waktu itu meminta uang jaminan Rp 200 juta,” kata Yanikasi kepada wartawan Sabtu (30/3).

Namun, pada pengumuman kelulusan panitia menyatakan Iwan Sutrisman Telaumbanua belum memenuhi syarat dan tidak lulus seleksi.

Dari sini lah petaka bermula. Serda Adan kembali menawarkan kepada keluarga agar Iwan mengikuti seleksi masuk Bintara TNI AL di Padang, Sumatera Barat.

Setelah keluarga menyepakati, Serda Adan dan Iwan pun berangkat ke Kota Padang melalui pelabuhan di Kota Gunungsitoli.

Guna meyakinkan keluarga korban, Serda Adan mengirim foto Iwan yang mengenakan seragam loreng dengan kepala gundul.

Oknum personel POM AL di Lanal Nias itu mengatakan bahwa Iwan akan mengikuti pendidikan di Tanjung Uban.

Peras Keluarga Korban

Selain berbohong, Serda Pom Adan juga kerap memeras keluarga korban hingga belasan juta.

Setelah mengatakan bahwa Iwan Sutrisman telah lulus tes Bintara dan akan mengikuti pendidikan, beberapa bulan berikutnya Serda Adan menghubungi keluarga korban dan meminta dibelikan dua ekor burung murai batu.

Baca Juga  Bunuh Kekasih di Medan, Regar Dituntut 12 Tahun Penjara

Dia beralasan burung tersebut untuk pamannya yang bertugas di Padang yang telah membantu kelulusan Iwan.

Keluarga korban pun menyanggupi permintaan tersebut dengan membeli dua ekor burung tersebut seharga Rp 14 juta. Serda Adan mengambil burung dan berangkat ke Padang.

Beberapa bulan selanjutnya, tepatnya pada September 2023 Serda Adan menghubungi keluarga Iwan dan meminta mereka hadir ke Tanjung Uban untuk pelantikan korban pada Oktober 2023.

Empat anggota keluarga tiba di Tanjung Uban untuk menghadiri pelantikan. Namun, Serda Adan mengatakan pelantikan batal dengan alasan Iwan lulus pendidikan khusus Marinir.

Keluarga korban pun harus kembali ke kampung halaman setelah mendengar penjelasan Serda Adan.

Awal 2024, keluarga yang telah menanti momen bahagia itu kembali menanyakan kepada Serda Adan perihal pelantikan Iwan.

Namun, oknum TNI AL ini malah meminta uang Rp 1,4 juta dengan alasan untuk menghubungi letingnya guna menanyakan kabar Iwan.

Sebulan kemudian, keluarga korban kembali menemui Serda Adan di Mess POM AL Lanal Nias menanyakan nasib Iwan.

“Keluarga pada 27 Maret 2024 melaporkan masalah ini ke Lanal Nias. Tetapi pada 28 Maret seorang perwakilan TNI AL datang ke rumah dan menyampaikan bahwa Iwan sudah dibunuh Serda Adan,” ujar Yanikasi Telaumbanua.

Komandan Denpom Lanal Nias Mayor Laut (PM) Afrizal membenarkan informasi bahwa Serda Adan membunuh Iwan bersama warga sipil inisial ALV.

Dia mengatakan bahwa pembunuhan terhadap korban terjadi pada 24 Desember 2022 sore.

Pelaku menusuk perut korban dan membuang jenazahnya ke jurang di daerah Talawi Sawahlunto, Kota Padang, Sumatera Barat.

“Dari hasil pemeriksaan, Serda AAM mengaku bersama ALV telah menghilangkan nyawa korban,” kata Mayor Laut Afrizal.(cr1/topikseru)