Ringkasan Berita
- Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB, hanya beberapa ratus meter dari simpang Pasar 14, Limau Manis.
- Motor Honda Beat putih yang sehari-hari mereka gunakan untuk mencari nafkah, raib dibawa kabur tiga pelaku yang didug…
- Kronologi: Dikejar dari Belakang, Celurit Ditempel di Leher Korban menuturkan, ia bersama sang istri berangkat dari r…
Topikseru.com – Sepasang suami istri lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung botot menjadi korban begal di kawasan Pondok Bambu, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (11/10/2025) dini hari.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB, hanya beberapa ratus meter dari simpang Pasar 14, Limau Manis. Motor Honda Beat putih yang sehari-hari mereka gunakan untuk mencari nafkah, raib dibawa kabur tiga pelaku yang diduga remaja.
Kronologi: Dikejar dari Belakang, Celurit Ditempel di Leher
Korban menuturkan, ia bersama sang istri berangkat dari rumah sekitar pukul 04.30 WIB untuk mengais barang bekas. Awalnya perjalanan terasa biasa saja, hingga tiga pemuda dengan satu motor mengikuti dari belakang.
“Mereka bawa celurit satu. Sempat nyalip kami, terus malah putar balik dan ikut lagi,” ucap korban lirih.
Korban sempat meminta sang istri berhenti, namun motor tetap melaju. Tak lama kemudian, pelaku menendang kendaraan mereka hingga hampir jatuh. Salah satunya langsung menempelkan celurit ke leher korban.
“Dia bilang, ‘Kalau saya tarik, putus lehermu.’ Saya cuma bilang, kasihan kami udah tua, cuma tukang botot. Tapi pelaku jawab, ‘Aku gak peduli, yang penting aku dapat,’”kenang korban.
Motor mereka pun dirampas. Para pelaku kabur ke arah berbeda, satu ke Bandar Labuhan, dua lainnya ke arah Pasar 14 Limau Manis.
Pasangan Lansia yang Hanya Ingin Cari Nafkah
Korban dan istrinya dikenal sebagai pasangan sederhana. Setiap pagi, mereka keluar rumah sekitar pukul 04.30 WIB untuk mencari botot dari rumah ke rumah hingga ke Pasar 14.
“Kalau pagi biasanya memang nyari botot, itu hidup kami,” kata korban.
Namun kini, motor satu-satunya yang mereka gunakan untuk bekerja hilang. Mereka tak sanggup lagi berjalan kaki jauh karena usia sudah senja.
“Kalau jalan kaki, mana sanggup kami,” ujarnya pasrah.
Lokasi Rawan Begal
Warga sekitar mengaku tidak terkejut dengan peristiwa begal di Tanjung Morawa. Jalur Pondok Bambu–Pasar 14 Limau Manis memang dikenal rawan begal, terutama pada dini hari.
“Kalau lewat jam tiga pagi, di situ sepi. Lampu jalan banyak mati. Kadang cuma ada truk lewat atau pedagang sayur,” kata Ibnu, warga Tanjung Morawa.
Polisi Turun Tangan
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni Damanik, membenarkan adanya laporan kasus begal tersebut. Pihaknya berjanji melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku.
“Kami akan cek dulu ke anggota, nanti akan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Sementara itu, korban mengaku masih trauma dan belum sempat membuat laporan resmi.
“Kami masih takut, masih trauma,” ucapnya.













