Ringkasan Berita
- Belakangan ini, sedikitnya ada beberapa titik rawan begal yang menjadi lokasi aksi sadis, di antaranya Jalan Sutrisno…
- Serangkaian kejadian pembegalan dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah, bahkan mempertanyakan kinerja…
- Menurutnya, pelaku begal tak segan melukai korban hingga menyebabkan kematian.
Topikseru.com – Maraknya aksi kawanan begal di Kota Medan menjadi tamparan keras bagi Kapolrestabes Medan yang baru, Kombes Jean Celvin Simanjuntak. Serangkaian kejadian pembegalan dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah, bahkan mempertanyakan kinerja polisi dalam menciptakan rasa aman di jalanan.
Belakangan ini, sedikitnya ada beberapa titik rawan begal yang menjadi lokasi aksi sadis, di antaranya Jalan Sutrisno, Tangguk Bongkar I Tegal Sari Mandala, Desa Bandar Setia, dan Jalan Rahayu Sei Rotan.
Para pengendara motor menjadi sasaran. Kendaraan dirampas secara paksa, korban disabet senjata tajam, bahkan ada yang meninggal dunia akibat keberingasan para begal.
DPRD Medan: Tugas Berat Kapolrestabes Baru
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendara, menegaskan maraknya kasus begal adalah pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan Kapolrestabes Medan yang baru.
“Kapolrestabes Medan yang baru harus mampu menuntaskan keresahan dan ketidaknyamanan masyarakat akibat aksi begal yang semakin merajalela,” tegas Hadi kepada topikseru.com, Selasa (14/10/2025).
Politikus Partai Golkar itu mengecam keras aksi para begal yang dinilainya tak berperikemanusiaan.
Menurutnya, pelaku begal tak segan melukai korban hingga menyebabkan kematian.
“Ini sudah sangat meresahkan. Jangan sampai berlarut-larut hingga menimbulkan korban baru. Kapolrestabes harus segera turun tangan,” ujarnya.
Masyarakat Dihantui Rasa Takut
Aksi begal yang kian marak membuat warga Medan dihantui rasa takut. Masyarakat yang bekerja hingga larut malam maupun hendak menunaikan salat subuh merasa tidak aman berada di jalan raya.
“Warga hidup dalam ketakutan. Polisi jangan sibuk dengan seremonial, sementara begal bebas berkeliaran di jalanan,” tegas Hadi.
PR Besar Aparat: Keamanan Jalanan
Hadi menambahkan, deretan kasus begal di Medan menambah panjang daftar persoalan keamanan di tanah air.
Dia mengingatkan agar polisi tidak menunggu kasus viral lebih dulu baru bertindak.
“Tugas polisi adalah melindungi dan melayani masyarakat. Fenomena begal ini harus jadi prioritas utama Kapolrestabes Medan,” pungkasnya.













