Ringkasan Berita
- Ardi menjelaskan peristiwa perintangan itu terjadi saat dia hendak memotret mobil polisi yang rusak akibat diserang s…
- Oknum perwira inisial KN, berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) itu membentak dan melarang Ardi memotret.
- Ricuh Penggerebekan Narkoba Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan menggerebek lokasi peredaran narkoba, tak jauh …
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Seorang jurnalis bernama Ardi Yanuar mendapat perintangan atau upaya menghalangi oleh oknum polisi saat menjalankan tugas jurnalistik di Polrestabes Medan.
Oknum perwira inisial KN, berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) itu membentak dan melarang Ardi memotret.
Ardi menjelaskan peristiwa perintangan itu terjadi saat dia hendak memotret mobil polisi yang rusak akibat diserang sekelompok orang dalam penggerebekan narkoba, Rabu (1/5).
“Saya hendak mengambil foto mobil Toyota Rush BK 1511 IJ yang rusak saat penangkapan pengedar narkoba, tiba-tiba Kompol KN membentak saya,” kata Ardi Yanuar, Kamis (2/5).
Ardi yang sehari-hari bertugas sebagai jurnalis di lingkungan Polrestabes Medan ini mengatakan sikap oknum perwira polisi ini sontak membuatnya kaget.
Sebab, lanjutnya, selama bertugas di Polrestabes Medan dia tidak pernah menemui sikap anggota Polri seperti yang ditunjukkan Kompol KN.
“Kompol KN ini sedang berdiri di depan gedung Satres Narkoba dan langsung membentak dan melarang saya memotret mobil yang rusak tersebut,” ujar Ardi.
Kendati telah menjelaskan bahwa sedang menjalankan peliputan, Kompol KN tetap saja bersikeras melarang Ardi melakukan tugas jurnalistiknya.
Oknum perwira polisi ini bahkan tak menggubris penjelasan Ardi yang telah menjelaskan tujuannya memotret mobil tersebut.
“Dia (oknum polisi) ini bilang wartawan mana? Sambil membentak dan tangannya menunjuk ke arah saya. Karena saya tidak mau ribut-ribut, lalu saya tinggalkan lokasi,” kata Ardi.
Ricuh Penggerebekan Narkoba
Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan menggerebek lokasi peredaran narkoba, tak jauh dari Asrama TNI Glugur Hong, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Rabu (1/5).
Dalam penggerebekan ini polisi mengamankan seorang pria inisial GP (32) dengan barang bukti sejumlah paket narkoba dan timbangan elektrik.
Namun, saat petugas memboyong yang bersangkutan ke dalam mobil, sekelompok orang menyerang polisi dengan melempari batu.
Walhasil, mobil Toyota Rush BK 1511 IJ rusak dan GP melarikan diri.
“Setelah tertangkap, GP sempat melarikan diri,” kata AR, warga Asrama Glugur Hong, Kamis (2/5).
Dia mengatakan kericuhan terjadi saat petugas hendak memboyong pria terduga pengedar narkoba itu ke kantor polisi.
Sejumlah orang melempari petugas dengan batu dan menyebabkan mobil rusak.
“Karena ricuh, pelaku sempat kabur,” ujar AR.
Seusai kericuhan, personel Satres Narkoba Polrestabes Medan kembali mengejar pelaku hingga akhirnya berhasil kembali menangkap GP.(Cr1/Topikseru)













