Ringkasan Berita
- Jumat (24/10/2025), ia turun langsung ke lapangan dan berkantor di Polsek Medan Tembung, kawasan yang disebut sebagai…
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi “backup ramai-ramai” yang dicanangkan Calvijn untuk menumpas kejahatan j…
- Calvijn meninjau satu per satu unit, dari SPKT hingga Unit Reskrim, memeriksa laporan, hingga berdialog dengan anggot…
Topikseru.com – Enam hari setelah mengeluarkan perintah tegas dalam konferensi pers, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menepati ucapannya. Jumat (24/10/2025), ia turun langsung ke lapangan dan berkantor di Polsek Medan Tembung, kawasan yang disebut sebagai “wilayah paling panas” dalam peta kejahatan Kota Medan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi “backup ramai-ramai” yang dicanangkan Calvijn untuk menumpas kejahatan jalanan dan peredaran narkoba jenis sabu pompa yang marak di kawasan timur kota tersebut.
“Mulai malam ini kita turun ramai-ramai menumpas kejahatan jalanan, seperti begal, rayap besi, rayap kayu, dan sabu pompa,” tegas Calvijn saat konferensi pers, Sabtu (18/10/2025) lalu.
Dari Perintah ke Lapangan: Janji yang Ditepati
Pagi itu, halaman Polsek Medan Tembung tampak lebih sibuk dari biasanya. Kapolrestabes hadir memimpin apel dan memberi arahan langsung kepada seluruh personel.
“Wilayah ini punya intensitas kegiatan masyarakat tinggi, begitu juga potensi kriminalitasnya. Kita harus kerja cepat, akurat, dan responsif,” ujarnya tegas.
Calvijn meninjau satu per satu unit, dari SPKT hingga Unit Reskrim, memeriksa laporan, hingga berdialog dengan anggota di lapangan. Tak satu pun aduan masyarakat boleh dibiarkan menggantung, katanya.
Fokus ke Titik Merah: Tembung dan Sekitarnya
Data kepolisian menunjukkan, Medan Tembung masih menjadi titik merah kasus begal dan sabu pompa. Kawasan ini juga dikenal rawan pencurian besi dan curanmor.
“Ini PR besar Kapolsek. Kami tidak akan biarkan kejahatan berulang di wilayah yang sama,” tegas Calvijn.
Langkah “berkantor di polsek” dinilai sebagai bentuk kepemimpinan lapangan yang jarang dilakukan.
Dia ingin memastikan Polisi kembali terlihat di tengah masyarakat, bukan hanya terdengar lewat konferensi pers.
Warga Kian Resah
Warga sekitar berharap aksi ini tak hanya simbolik. Riszha, warga Lau Dendang yang bekerja di toko obat kawasan HM Yamin, mengaku sering cemas saat pulang malam.
“Kalau pulang lewat jam 11 malam sepi sekali. Banyak yang takut begal. Mudah-mudahan polisi benar-benar patroli tiap malam,” ujarnya.
Keadaan ini menggambarkan keresahan yang nyata. Di beberapa titik perbatasan Medan-Deli Serdang, aktivitas warga menurun drastis setelah pukul 23.00 WIB.
Antara Simbol dan Aksi Nyata
Langkah Calvijn berkantor langsung di Polsek Tembung memang diapresiasi, tapi publik menunggu hasil konkret di lapangan.
Pengamat menilai, kehadiran pimpinan harus dibarengi dengan peningkatan patroli malam, penegakan hukum tegas, dan komunikasi publik yang kuat.
Tanpa itu, efek kehadiran Kapolrestabes bisa cepat meredup.
“Hukum tak boleh kalah cepat dari pelaku. Polri tidak akan biarkan pelaku bersembunyi di wilayah mana pun,” tegas Calvijn menutup arahannya.
Kini masyarakat masih menunggu, apakah kehadiran Kapolrestabes di “markas panas” Medan Tembung benar-benar menurunkan angka kejahatan, atau hanya jadi penegasan sesaat.













