Hukum & Kriminal

Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Asahan, Ibu Kandung Jadi Tersangka Pembuangan dan Pembunuhan

×

Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Asahan, Ibu Kandung Jadi Tersangka Pembuangan dan Pembunuhan

Sebarkan artikel ini
bayi di Asahan
SU, seorang ibu ditetapkan sebagai tersangka pembununhan dan pembuangan bayi. Kondisinya masih menjalani perawatan medis pascamelahirkan. Topikseru.com/Ameq

Ringkasan Berita

  • Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa pakaian, dan masih dengan ari-ari yang menempel.
  • Ibu Kandung Jadi Pelaku Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, polisi akhirnya mengungkap bahwa pel…
  • Penemuan ini berawal ketika sejumlah warga melihat seekor kucing menggigit sesuatu yang mencurigakan di area pemukiman.

Topikseru.com – Warga Desa Ledong Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan, Rabu (19/11/2025). Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa pakaian, dan masih dengan ari-ari yang menempel.

Penemuan ini berawal ketika sejumlah warga melihat seekor kucing menggigit sesuatu yang mencurigakan di area pemukiman. Karena penasaran, warga kemudian memeriksa benda tersebut dan terkejut mendapati jasad bayi yang sudah tidak bernyawa.

Kasatreskrim Polres Asahan AKP Immanuel P. Simamora membenarkan adanya temuan tersebut.

“Warga melihat sesuatu di cakar-cakar kucing. Setelah dicek, ternyata bayi dalam kondisi meninggal dunia. Lalu warga melaporkan ke kepolisian,” ujar Immanuel.

Ibu Kandung Jadi Pelaku

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, polisi akhirnya mengungkap bahwa pelaku pembuangan sekaligus pembunuhan bayi tersebut adalah ibu kandungnya sendiri.

Baca Juga  Warga Temukan Bayi Luka-luka di Semak Belukar, Nyawanya Tak Tertolong

Perempuan berinisial SU ditangkap setelah mengakui bahwa ia melahirkan tanpa bantuan tenaga medis. Dalam kondisi panik dan tertekan, ia kemudian menghilangkan nyawa bayinya.

“Pelaku adalah ibu kandung bayi. Dari pengakuannya, ia melahirkan sendiri. Kemudian membunuh dan membuang bayinya,” ungkap Kasat Reskrim.

Penyidik menjelaskan bahwa SU nekat melakukan tindakan keji itu karena ayah biologis bayi menolak bertanggung jawab.

“Pelaku merasa bingung karena laki-laki yang menghamilinya tidak mau menerima kehadiran bayi tersebut. Dalam kondisi tertekan, ia gelap mata,” tambah Immanuel.

Status Hukum dan Kondisi Pelaku

SU kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun, polisi belum melakukan penahanan karena kondisinya masih lemah setelah proses melahirkan.

“Tersangka sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Setelah kondisinya stabil, kami akan melakukan penahanan di Rutan Polres Asahan,” tegas Immanuel.

Polisi juga memastikan kasus ini akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.