Ringkasan Berita
- Pihak keluarga menemukan sejumlah tanda-tanda bahwa korban tewas tak wajar.
- Katanya adik saya melompat, tetapi dari rekaman terlihat dia seperti tak berdaya karena disikut.
- Yudhi mengungkapkan bahwa pacar adiknya mengatakan bahwa SY sengaja melompat dari sepeda motor saat melintas di area …
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Kematian Septi Yolanda (25), seorang babysitter di Kota Medan menuai kejanggalan. Pihak keluarga menemukan sejumlah tanda-tanda bahwa korban tewas tak wajar.
SY telah dimakamkan pada 27 Mei 2024. Namun, sehari sebelum pemakaman, keluarga mulai menemukan kejanggalan.
Yudhi, saudara kandung SY, menyebut kejanggalan penyebab kematian korban bermula dari kronologis yang mereka terima. Sehingga muncul kecurigaan jika Septi menjadi korban pembunuhan.
“Kami telah mendapat rekaman CCTV. Katanya adik saya melompat, tetapi dari rekaman terlihat dia seperti tak berdaya karena disikut. Adik saya kemudian jatuh, dan yang aneh, pacarnya sempat terus jalan tanpa berhenti,” kata Yudhi, Rabu (5/6).
Yudhi mengungkapkan bahwa pacar adiknya mengatakan bahwa SY sengaja melompat dari sepeda motor saat melintas di area Pasar IV Mabar.
Namun, berdasarkan rekaman CCTV, keluarga mencurigai kronologi kematian SY berbeda dengan pengakuan sang pacar.
Kecurigaan keluarga semakin kuat saat proses pemandian jenazah.
Mereka menemukan bahwa di tubuh wanita yang bekerja sebagai Babysitter ini terdapat memar pada bagian atas tubuh dan telinga mengeluarkan darah.
Pihak keluarga meminta polisi mengusut kematian korban dengan melakukan pembongkaran makam.
“Saat memandikan jenazah, tubuh bagian atas biru semua. Kuping (telinga) mengeluarkan banyak darah, mulutnya berbusa. Badannya biru seperti ada penyiksaan,” pungkasnya.(Zei/topikseru.com)













