Hukum & Kriminal

Kapolres Tapteng Bungkam Soal Kasus Penjarahan Minimarket

×

Kapolres Tapteng Bungkam Soal Kasus Penjarahan Minimarket

Sebarkan artikel ini
Kapolres Tapteng bungkam
Suasana penjarahan di dalam gerai Alfamidi di Kabupaten Tapteng. Foto: Tangkapan layar

Ringkasan Berita

  • Namun, Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya memilih bungkam ketika dimintai penjelasan soal penanganan lanjutan kasu…
  • Sikap diam Kapolres ini menimbulkan tanda tanya publik, mengingat Polda Sumatera Utara menegaskan bahwa penanganan pe…
  • Hingga Sabtu (29/11/2025), tidak ada keterangan resmi dari AKBP Wahyu mengenai langkah hukum ataupun perkembangan pen…

Topikseru.com – Polemik kasus penjarahan minimarket di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menjadi sorotan. Namun, Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya memilih bungkam ketika dimintai penjelasan soal penanganan lanjutan kasus tersebut.

Sikap diam Kapolres ini menimbulkan tanda tanya publik, mengingat Polda Sumatera Utara menegaskan bahwa penanganan peristiwa penjarahan itu sudah dilimpahkan ke Polres Tapteng.

Hingga Sabtu (29/11/2025), tidak ada keterangan resmi dari AKBP Wahyu mengenai langkah hukum ataupun perkembangan penyelidikan yang dilakukan aparat di wilayahnya.

Polda Sumut Pastikan Kasus Ditangani Polres Tapteng

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Dr. Ferry Walintukan memastikan bahwa aksi penjarahan minimarket tersebut memang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah, tepatnya di Kecamatan Pandan.

Baca Juga  AKBP Basa Emden: Tidak Ada Yang Mengeluarkan Senjata Api

Dia menegaskan bahwa kasus tersebut kini berada di bawah penanganan Polres Tapteng.

“Kami menyikapi adanya video penjarahan yang beredar. Kasusnya sudah ditangani Polres Tapteng,” ujar Ferry dalam keterangannya.

Menurut dia, penjarahan yang terjadi dipicu keterlambatan distribusi logistik ke wilayah terdampak banjir dan longsor. Akses jalan dari Tapanuli Utara menuju Tapteng tertutup total akibat material longsoran.

“Akses tertutup material longsor. Saat ini sedang dilakukan pembersihan agar jalur bisa kembali normal,” tambahnya.

Ferry meminta masyarakat bersabar, mengingat BNPB bersama TNI dan Polri sedang mengupayakan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Wilayah di Sumut

Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor besar di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah.

Selain merusak fasilitas umum dan ribuan rumah, ratusan warga dilaporkan meninggal dunia. Banyak warga masih bertahan dengan kondisi kekurangan pasokan makanan dan kebutuhan dasar.

Kondisi darurat ini diperparah karena bantuan logistik belum dapat masuk akibat jalur transportasi yang terputus.