Hukum & Kriminal

Jembatan Penghubung 5 Desa di Deli Serdang Putus Diterjang Banjir, Nasib Warga Terkatung-katung

×

Jembatan Penghubung 5 Desa di Deli Serdang Putus Diterjang Banjir, Nasib Warga Terkatung-katung

Sebarkan artikel ini
jembatan putus Deli Serdang
Jembatan penghubung lima desa di Kecamatan Hamparan Perak putus akibat diterjang banjir, warga terisolasi. Topikseru.com/Ameq

Ringkasan Berita

  • Jembatan utama yang menjadi akses vital bagi lima desa di kawasan tersebut hingga kini belum juga diperbaiki setelah …
  • Aktivitas Warga Lumpuh, Harus Memutar 5 Kilometer Kepala Desa Payah Bakung, Pariono, mengatakan hingga Kamis (4/12/20…
  • Namun karena anggaran telah habis dipakai untuk kebutuhan lain, pengerjaan baru bisa dimulai pada Januari 2026.

Topikseru.com – Warga Desa Payah Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kembali harus menelan kekecewaan. Jembatan utama yang menjadi akses vital bagi lima desa di kawasan tersebut hingga kini belum juga diperbaiki setelah putus akibat banjir besar pada Kamis (27/11/2025).

Jembatan itu sejatinya bukan sekadar bangunan beton. Bagi warga, infrastruktur tersebut adalah urat nadi kehidupan, sebagai penghubung aktivitas kerja, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Kini, seluruh aktivitas lumpuh total.

Aktivitas Warga Lumpuh, Harus Memutar 5 Kilometer

Kepala Desa Payah Bakung, Pariono, mengatakan hingga Kamis (4/12/2025), belum ada tanda-tanda dimulainya perbaikan jembatan. Padahal, akses warga sudah sangat terganggu.

“Warga yang hendak berangkat kerja harus memutar sejauh 5 kilometer lewat area perkebunan Bulu Cina agar bisa tembus ke Medan Marelan,” ujar Pariono kepada Topikseru.com.

Ia menambahkan, kerusakan jembatan terjadi sepanjang 16 sentimeter, namun dampaknya membuat hubungan antarwilayah benar-benar terputus.

Baca Juga  Viral, SPBU di Hamparan Perak Bebas Jual BBM Subsidi Pakai Jerigen

“Ekonomi, pendidikan, kesehatan, semua mati angin,” keluhnya.

Perbaikan Baru Direncanakan Tahun Depan

Menurut Pariono, pemerintah kabupaten sebenarnya telah menyampaikan rencana percepatan perbaikan.

Namun karena anggaran telah habis dipakai untuk kebutuhan lain, pengerjaan baru bisa dimulai pada Januari 2026.

“Pak Bupati Deli Serdang sudah menyampaikan akan mempercepat perbaikan. Informasinya, Januari 2026 mulai dibangun,” sebutnya.

Meski begitu, hingga hari ini belum ada jembatan darurat untuk membantu mobilitas sementara warga.

“Saya sudah usulkan jembatan sementara, tapi belum ada realisasinya,” ujarnya.

Wabup Lom Lom: Tanah Masih Basah, Perbaikan Belum Bisa

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, mengonfirmasi bahwa proses perbaikan belum dapat mereka lakukan dalam waktu dekat.

“Saya pikir pasti belum, karena kondisi tanah masih basah,” katanya.

Pihaknya menegaskan bahwa perbaikan akan terlaksana segera setelah kondisi tanah memungkinkan agar struktur jembatan dapat dibangun dengan aman.

Warga Mendesak Solusi Cepat

Sementara itu, warga menuntut kehadiran jembatan darurat atau akses alternatif yang lebih layak.

Mereka berharap pemerintah tidak menunggu hingga Januari, mengingat aktivitas sehari-hari sudah sangat terganggu.

Situasi ini menambah daftar infrastruktur yang rusak akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara sejak akhir November.