Hukum & KriminalNews

Sadis, Seorang Kakek di Saentis Tewas Diserang Kelompok Preman

×

Sadis, Seorang Kakek di Saentis Tewas Diserang Kelompok Preman

Sebarkan artikel ini
Asmara

Ringkasan Berita

  • Sarengat tewas setelah preman menyerangnya pada Jumat (3/5) secara sadis.
  • Peristiwa sadis ini terjadi di kediamannya di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumate…
  • Mencoba melindungi diri, Sandra bersama Santri Purnomo (30) abangnya, Sarengat melempari Kelompok tersebut dengan batu.

TOPIKSERU.COM, DELI SERDANG – Penyerangan brutal menewaskan seorang peternak kambing bernama Sarengat (65). Peristiwa sadis ini terjadi di kediamannya di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sarengat tewas setelah preman menyerangnya pada Jumat (3/5) secara sadis.

Sandra Ramadani (25), anak Korban menceritakan bahwa penyerangan terhadap ayahnya itu terjadi pada pukul 23.00 WIB.

Tidak hanya menyerang Sarengat, Sandra mengatakan preman juga menyerang ibu dan anggota keluarga lainnya yang tengah mengobrol di ruang tamu.

“Di lempari la rumah bang pake batu, dan langsung kami keluar” kata Sandra kepada Topikseru.com, Kamis, (13/6).

Menyadari hal tersebut, Sarengat memerintahkan istri dan anak perempuannya serta membawa cucunya untuk mengamankan diri.

Mencoba melindungi diri, Sandra bersama Santri Purnomo (30) abangnya, Sarengat melempari Kelompok tersebut dengan batu.

Setelahnya, kelompok preman tersebut memilih keluar dari area luar pagar rumah.

Baca Juga  PT KAI Sumut Catat Layani 2,4 Juta Penumpang Sepanjang 2024

“Keluarlah (dari gerbang rumah) bapak bang, terus nanya kalian nyari siapa, dan kedengaran ada yang bilang; “matiin aja semua,” ujar Sandra.

Preman Brutal

Setelah upaya dialog yang dilakukan oleh Sarengat, kejadian naas justru menimpanya.

“Pas bapak jatuh, disitu langsung di eksekusi sama orang itu bang, kena la kaki sebelah kanan bapak,” kata Sandra.

Mencoba untuk menyelamatkan Sarengat, Sandra justru di hadang oleh tiga pria yang menggunakan senjata berupa panah.

“Orang itu bilang ‘lewat la kau, mati kau ni’ sama saya,” kata Sandra.

Bersamaan dengan itu, Sarengat kembali di kerumuni dan kembali mendapatkan luka sabetan senjata tajam di bagian tangan kanan nya hingga tak sadarkan diri.

“Pas bapak tegeletak abis tu kami antar bapak ke klinik baru ke Rumah Sakit Haji,” ujar Sandra.

Dalam situasi yang menegangkan tersebut, Sandra melihat pria yang di duganya adalah Bagong, Nanang, Dewa, War Butut dan Ari.

Sandra menjelaskan jika mereka sudah membuat laporan ke pihak kepolisian setempat.

Dan sampai hari ini dirinya tidak mengetahui penyebab penyerangan yang diterima mereka.

Dalam waktu yang bersamaan dia juga mengatakan jika masih trauma untuk keluar jauh dari kawasan rumah.(Zei/topikseru.com)