Ringkasan Berita
- Direktur LBH Medan Irvan Saputra dalam konferensi pers menyampaikan peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Pelik…
- Menurut Irvan, dari keterangan teman-teman MHS yang ada di lokasi bahwa korban tak sadarkan diri usai mendapat pengan…
- "Peristiwa bermula saat MHS berada di lokasi tawuran bersama teman-temannya.
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menyoroti kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI yang menyebabkan seorang remaja MHS (15) meninggal dunia pada Jumat, 23 Mei 2024.
Direktur LBH Medan Irvan Saputra dalam konferensi pers menyampaikan peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
“Peristiwa bermula saat MHS berada di lokasi tawuran bersama teman-temannya. Namun, sekira pukul 16.30 WIB ada seorang oknum TNI mendekati korban dan menganiayanya,” kata Irvan Saputra, Jumat (21/6).
Menurut Irvan, dari keterangan teman-teman MHS yang ada di lokasi bahwa korban tak sadarkan diri usai mendapat penganiayaan.
Mirisnya, pelaku yang merupakan oknum anggota TNI ini meninggalkan lokasi meski korban sudah tak sadarkan diri.
Hingga akhirnya warga membawa MHS ke rumah sakit terdekat. Namun, karena keterbatasan alat, korban dibawa ke RS Madani.
Nahas, setelah mendapat penanganan, dokter menyatakan korban meninggal dunia.
“Saat peristiwa terjadi teman-teman korban melihat bahwa MHS sempat tak sadarkan diri dan mengeluarkan kotoran,” ujar Irvan.
Membuat Laporan ke Denpom Medan
Irvan mengatakan saat peristiwa dugaan penganiayaan terhadap MHS, ibu korban Lenny Damanik tengah berada di Kota Pematangsiantar.
Lenny kemudian membuat laporan penganiayaan oleh oknum TNI itu ke Polsek Medan Tembung. Namun, pihak kepolisian menyarankan agar orangtua korban membuat laporan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/5 Medan.
Irvan menyebut saat proses pelaporan Lenny Damanik tidak mengalami intimidasi, akan tetapi sejak melaporkan ke Denpom 1/5 Medan pada Selasa (28/5) hingga saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan.
Hingga saat berita ini dimuat, topikseru.com belum berhasil mendapat konfirmasi keterangan dari Kapendam Letkol Inf Rico Julianto Siagian terkait perkembangan kasus ini.(Zei/topikseru.com)













