Hukum & KriminalNews

KKJ Sumut Temukan Kejanggalan Kematian Wartawan di Karo, Minta Kapolda Sumut Mengusut Tuntas

×

KKJ Sumut Temukan Kejanggalan Kematian Wartawan di Karo, Minta Kapolda Sumut Mengusut Tuntas

Sebarkan artikel ini
Asmara

Ringkasan Berita

  • Dari investigasi mereka menemukan sejumlah kejanggalan pada kasus kematian Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan T…
  • KKJ merupakan kumpulan dari lembaga profesi jurnalis.
  • Rico Sempurna Pasaribu meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Kamis (27/6) sekira pukul 03.00 WIB.

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara meminta Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam Effendi mengusut tuntas kasus kematian seorang wartawan bernama Rico Sempurna Pasaribu dalam kebakaran di Kabupaten Karo, yang menui banyak kejanggalan.

KKJ merupakan kumpulan dari lembaga profesi jurnalis. Dari investigasi mereka menemukan sejumlah kejanggalan pada kasus kematian Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan Tribrata TV.

“Hasil investigasi yang kami lakukan bahwa terdapat sejumlah fakta bahwa kebakaran yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu beserta keluarganya terjadi setelah korban memberitakan perjudian,” kata Koordinator KKJ Sumut Array A Argus dalam keterangan tertulis, Selasa (2/7).

Array menyebut korban memberitakan lokasi perjudian yang berada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Dalam pemberitaan Rico, lanjut Array, korban mengungkap adanya keterlibatan oknum aparat beinisial HB.

Rico Sempurna Pasaribu meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Kamis (27/6) sekira pukul 03.00 WIB.

Baca Juga  Mayat Wanita dalam Tas di Karo Terungkap, Polisi: Motif Asmara

Kebakaran tidak hanya merenggut nyawa Rico, tetapi tiga orang lainnya, yakni istri, anak dan seorang cucunya.

Temukan Kejanggalan

Array menyebut sejumlah kejanggalan tersebut terjadi pascakebakaran yang menewaskan Rico Sempurna dan keluarga.

“Pascakebakaran, polisi memeriksa sejumlah saksi termasuk rekan korban yang saat itu bersama dengan korban,” kata Array.

Pada proses pemeriksaan, KKJ Sumut mendapat informasi bahwa penyidik sempat menyita ponsel milik saksi yang merupakan rekan korban.

Meski saksi tidak bersedia, oknum penyidik tetap mengambil dan menghapus sebuah pesan dari ketua ormas berisi ‘warning’ sebelum kebakaran.

“Fakta lain dalam kasus ini, anak korban juga mengaku merasa terancam saat dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Karo,” ujar Array.

Kepada awak media saat kedatangan Kapolda Sumut Komjen Agung, anak perempuan korban menyampaikan bahwa penyidik memintanya untuk mengakui keterangan yang bukan pengakuannya.

Atas temuan tersebut, KKJ meminta Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam mengusut tuntas kasus kematian Rico Sempurna Pasaribu, terutama terkait kejanggalan yang terjadi.

KKJ juga mendesak Panglima TNI agar mengusut dugaan keterlibatan oknum anggota TNI yang korban sebut dalam pemberitaanya.

“Kami mendorong seluruh jurnalis di Sumatera Utara untuk bekerja secara profesional dan menaati kode etik jurnalistik,” pungkasnya.(cr1/topikseru.com)