Hukum & KriminalNews

Saka Tatal Jalani Pemeriksaan di Bareskrim dalam Laporan Kesaksia Palsu Kasus Vina

×

Saka Tatal Jalani Pemeriksaan di Bareskrim dalam Laporan Kesaksia Palsu Kasus Vina

Sebarkan artikel ini
Saka Tatal
Saka Tatal (kiri) dengan didampingi kuasa hukumnya Titin Prilianti (kanan) menjawab pertanyaan awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (13/8/2024). Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani

Ringkasan Berita

  • Tim kuasa hukum Saka Tatal menyebut bahwa kliennya dicecar 32 pertanyaan untuk menjelaskan alibinya pada tanggal 27 A…
  • "Saka punya alibi sendiri di tanggal 27 Agustus 2016 itu.
  • Sementara itu, Kuasa hukum Saka Tatal lainnya, Yasin Hasan Bhayangkara, meminta pihak kepolisian untuk memeriksa Iptu…

TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Saka Tatal, mantan terpidana memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi atas laporan dugaan kesaksian palsu oleh dua saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Aep dan Dede.

Tim kuasa hukum Saka Tatal menyebut bahwa kliennya dicecar 32 pertanyaan untuk menjelaskan alibinya pada tanggal 27 Agustus 2016 atau tanggal terjadinya kasus tersebut.

“Saka punya alibi sendiri di tanggal 27 Agustus 2016 itu. Dia berada di rumah temannya, di rumah pamannya, kemudian ke rumahnya, dan kemudian ke bengkel pada malam hari,” kata kuasa hukum Saka Tatal, Titin Prilianti, Selasa (13/8).

Selain itu, lanjutnya, saksi Dede telah menyatakan tidak mengetahui adanya peristiwa pembunuhan Vina dan Eky di tanggal tersebut.

Dia menilai bahwa kesaksian Aep dan Dede yang menyebut bahwa Saka Tatal dan tujuh terpidana lainnya mengejar korban Vina dan Eky saat hari kejadian, telah merugikan Saka Tatal.

Baca Juga  Hotman Paris Soroti Jumlah Pelaku Pembunuh Vina Cirebon, Dari 11 Menjadi 8 Orang

“Jadi, akibat keterangan Aep dan Dede yang menyatakan melihat ada kejar-kejaran, termasuk di antaranya Saka Tatal, itu membuat tujuh terpidana yang diancam hukuman penjara seumur hidup dan Saka delapan tahun penjara, divonis tinggi. Padahal, Aep dan Dede tidak pernah hadir di persidangan, hanya dibacakan lewat BAP (Berita Acara Perkara),” kata Titin.

Sementara itu, Kuasa hukum Saka Tatal lainnya, Yasin Hasan Bhayangkara, meminta pihak kepolisian untuk memeriksa Iptu Rudiana dengan lebih tegas dan lebih mendalam.

“Setelah Saka Tatal diperiksa pada hari ini, kita minta Kapolri lebih tegas lagi, Kadiv Propam lebih tegas lagi, Kabid Propam Polda Jawa Barat harus lebih tegas lagi,” ucapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri juga telah memeriksa sebanyak tujuh orang terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Lapas Kebon Waru dan Lapas Jelekong Bandung, Jawa Barat.

Adapun Bareskrim telah mulai memproses laporan soal kesaksian palsu Aep dan Dede dengan melaksanakan gelar perkara awal pada 23 Juli 2024.(antara/topikseru.com)