Hukum & Kriminal

Keluarga Korban Respons Bantahan Sumatera Flight Medan: Kita Buktikan

×

Keluarga Korban Respons Bantahan Sumatera Flight Medan: Kita Buktikan

Sebarkan artikel ini
Sumatera Flight Medan
Sekolah Penerbangan Sumatera Flight Medan. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita

  • Keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Thomy Faisal, menyebut kasus tersebut akan terang benderang setelah adanya ha…
  • Sumatera Flight Medan melalui kuasa hukum Hendra Manatar Sihaloho mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena sakit.
  • Lapor Polisi Thomy Faisal mengatakan pihak kelurga telah resmi membuat laporan polisi ke Polda Sumut atas kasus kemat…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Keluarga Ade Nurul Fadilah (19), siswi Sekolah Pramugari dan Staf Airlines Sumatera Flight Medan merespons tanggapan pihak sekolah yang membantah adanya dugaan penganiayaan sebagai penyebab korban meninggal dunia.

Keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Thomy Faisal, menyebut kasus tersebut akan terang benderang setelah adanya hasil autopsi terhadap jenazah korban.

“Kita lihat saja, nanti kami buktikan. Dari hasil autopsi kan bisa ketahuan bagaimana yang sebenarnya. Kami juga suda sampaikan kepada Jatanras Polda Sumut. Makanya nanti kita lihat saja (hasilnya),” kata Thomy Faisal.

Dia menyampaikan hal tersebut sebagai tanggapan terhadap pihak Sumatera Flight Medan yang membantah adanya dugaan penganiayaan sebagai penyebab kematian Ade Nurul Fadilah.

Sumatera Flight Medan melalui kuasa hukum Hendra Manatar Sihaloho mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena sakit.

Lapor Polisi

Thomy Faisal mengatakan pihak kelurga telah resmi membuat laporan polisi ke Polda Sumut atas kasus kematian korban Ade Nurul Fadilah. Laporan itu teregister dalam laporan polisi Nomor: STTLP/B/1507/X/2024/SPKT Polda Sumut.

Terkait perkembangan laporan tersebut, Thomy mengatakan bahwa sudah ada disposisi dan proses penyidikan sedang berlangsung.

“Sudah disposisi oleh Jatanras Polda Sumut yang menangani. Semalam saya dapat informasi, sudah ke TKP (tempat kejadian perkara). Itu info dari Polda Sumut yang saya terima, ya,” kata Thomy.

Baca Juga  KAI Sumut Apresiasi Aksi Heroik Petugas Kebersihan KA yang Gagalkan Pencurian Kabel Sinyal

Dia juga menanggapi terkait pengakuan pihak sekolah Sumatera Flight Medan yang belakangan mengaku memiliki rekaman CCTV, padahal saat pihak keluarga meminta, sekolah tersebut mengatakan tidak ada.

“Ya, nanti kita buktikan saja setelah hasil autopsi,” ujarnya.

Minta Keadilan

Thomy mengatakan bila pada proses penyelidikan ternyata terbukti bahwa korban meninggal dunia karena adanya penganiayaan, pihak keluarga meminta pihak yang bertanggung jawab mendapat hukuman yang adil.

“Kalau terbukti ada kekerasan, kami minta siapa pun itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Mau siapa pun itu, harus,” kata Thomy.

Sebelumnya, seorang siswi sekolah pendidikan Pramugari dan Staf Airlines Sumatera Flight Medan asal Kabupaten Asahan bernama Ade Nurul Fadilah (19) meninggal dunia.

Pihak keluarga menduga ada hal yang tidak wajar atas kematian korban, termasuk adanya dugaan penganiayaan di asrama sekolah.

Kuasa hukum keluarga korban Thomy Faisal mengatakan peristiwa itu berawal pada Selasa (1/10) sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu, keluarga korban mendapat telepon dari pihak sekolah bahwa korban masuk rumah sakit.

Setelah mendapat informasi tersebut, keluarga korban langsung berangkat dari Kabupaten Asahan menuju Medan dan mendapat kabar korban telah meninggal dunia.

Pihak keluarga selanjutnya membawa jenazah korban ke kampung halaman. Namun, keluarga menemukan ada bekas memar di leher, seperti bekas cekikan. Selain itu, keluarga juga menemukan lebam di punggung dan rusuk.