Hukum & Kriminal

Tanggapi Penyerangan Prajurit TNI di Sibiru-biru, Sahroni: Kadang Rakyat Arogan

×

Tanggapi Penyerangan Prajurit TNI di Sibiru-biru, Sahroni: Kadang Rakyat Arogan

Sebarkan artikel ini
Ahmad Sahroni
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto: tangkapan layar video

Ringkasan Berita

  • Peristiwa penyerangan oleh oknum prajurit TNI AD terhadap warga di Desa Selamat dan Desa Cinta Adil, pada Jumat (8/11…
  • Namun, dia justru mengatakan peristiwa yang menewaskan seorang warga itu tidak semata-mata salah dari prajurit TNI.
  • Puluhan Prajurit Terlibat Penyerangan Warga Kodam I Bukit Barisan mengonfirmasi sebanyak 33 prajurit TNI AD dari Bata…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi peristiwa penyerangan prajurit TNI dari Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan terhadap warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang.

Sahroni awalnya menyampaikan bahwa menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada pihak TNI.

Namun, dia justru mengatakan peristiwa yang menewaskan seorang warga itu tidak semata-mata salah dari prajurit TNI.

“Rakyat kita ini kadang arogansinya muncul karena apa, narkoba, minuman keras. Yang disalahin sekarang ini kebanyakan ya TNI, Polisi dan para pejabatnya. Kita kan enggak tahu rakyat itu melakukan sesuatu merugikan siapa,” kata Ahmad Sahroni di Mapolda Sumut, Jumat (15/11).

Politikus Partai NasDem ini menilai ada masyarakat yang sudah diimbau tetapi merasa tidak bersalah dan akhirnya melakukan tindakan.

Menurutnya, masyarakat juga tidak boleh melakukan tindakan semena-mena.

“Rakyat juga jangan semena-mena, enggak bolah. Tetapi kalau dilakukan semena-mena enggak mau, seolah-olah institusi menganiaya, mendzolimi, padahal sebaliknya rakyatnya yang sok-sokan, sok arogan, sok kuat,” ujar Sahroni.

“Nah, makanya dibikin premanisme balik dia kewalahan. Nah itu, terkadang kita butuh informasi yang tepat dari TNI,” imbuhnya.

Puluhan Prajurit Terlibat Penyerangan Warga

Kodam I Bukit Barisan mengonfirmasi sebanyak 33 prajurit TNI AD dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan terlibat penyerangan warga di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang.

Peristiwa penyerangan oleh oknum prajurit TNI AD terhadap warga di Desa Selamat dan Desa Cinta Adil, pada Jumat (8/11) malam itu menyebabkan korban jiwa.

Baca Juga  AKBP Sah Udur Sambut Kedatangan Anggota Komisi III Hinca IP Panjaitan

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) Kodam I Bukit Barisan Kolonel Inf Dody Yudha mengatakan para prajurit yang terkonfirmasi terlibat dalam peristiwa tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh POMDAM I Bukit Barisan.

“Diduga oknum prajurit yang terkonfirmasi terlibat penyerangan warga ada 33 orang,” kata Kolonel Inf Dody Yudha saat memberikan keterangan pers, Minggu (10/11).

Kolonel Dody mengatakan POMDAM I Bukit Barisan selain memeriksa para prajurit terlibat penyerangan warga desa, juga sedang melakukan penyelidikan terkait motif penyerangan.

“Sedangkan untuk motif peristiwa saat ini masih proses pemeriksaan. Untuk informasi awal bahwa peristiwa ini karena ada perkelahian sehingga terjadi penyerangan,” ujar Dody.

Peristiwa Penyerangan

Peristiwa penyerangan brutal prajurit TNI AD dari Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan terhadap warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, ini terjadi pada Jumat (8/11) malam.

Akibatnya, seorang warga bernama Raden Aliman Barus (62), meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka dari luka ringan hingga berat.

Selain itu, para prajurit itu juga dilaporkan membawa sejumlah alat mulai dari senjata tajam, benda tumpul, dan menganiaya pria yang berada di lokasi.

Mereka bahkan sampai masuk ke dalam rumah warga dan menganiaya beberapa orang.

Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen TNI Mochammad Hasan menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anak buahnya tersebut.

Hal itu disampaikan Pangdam saat menghadiri prosesi adat pemakaman Raden Barus di Desa Selamat pada Minggu (10/11).

“Dan sekali lagi, bersama keluarga besar Kodam I Bukit Barisan, kami memohon maaf sebesar-besarnya. Kalau pun saya harus menggantikan almarhum, saya siap melakukan itu sekarang. Saya ikhlas,” kata Letjen TNI Mochammad Hasan.