Hukum & Kriminal

Oknum Polisi Polda Metro Jaya Tega Bunuh Ibu Kandung, Begini Kronologinya

×

Oknum Polisi Polda Metro Jaya Tega Bunuh Ibu Kandung, Begini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Tapanuli Tengah
Ilustrasi - Seorang warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, tewas dengan kondisi tragis usai dianiaya massa lantaran isu santet. Grafis: Topikseru.com

Ringkasan Berita

  • Peristiwa ini terjadi di rumah korban yang juga dijadikan warung, di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogo…
  • Ucok merupakan oknum polisi di wilayah Polda Metro Jaya.
  • Menurut Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro insiden ini terjadi saat tersangka pulang ke Bogor, karena memang masih…

TOPIKSERU.COM, BOGOR – Nikson Pangaribuan alias Ucok (41), oknum polisi Polda Metro Jaya, tega membunuh ibu kandungnya menggunakan tabung gas ukuran 3 kilogram.

Peristiwa ini terjadi di rumah korban yang juga dijadikan warung, di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (1/12) malam.

Ucok merupakan oknum polisi di wilayah Polda Metro Jaya.

Menurut Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro insiden ini terjadi saat tersangka pulang ke Bogor, karena memang masih tinggal bersama orang tuanya.

Baca Juga  Kematian Babysitter di Medan Janggal, Pacar Mengaku Lompat dari Motor, Keluarga Ungkap Rekaman CCTV

Saat itu terjadi cekcok antara tersangka dan ibu kandungnya.

Diketahui korban dibunuh Ucok saat sang ibu sedang melayani pembeli di warung.

Menurut saksi, berawal saat Ucok dan sang ibu berinisial H terlibat cekcok. Hingga pelaku tersulut emosi dan mendorong ibunya hingga jatuh ke lantai.

Saat korban terjatuh, dia lantas mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram dan memukul kepada H sebanyak tiga kali.

Diduga Aipda Nikson sempat melarikan diri, dan membuat keributan di sekitar jalan raya depan Rumah Sakir Hermina Cileungsi.

Namun, polisi berhasil menangkapnya dan membawa pelaku ke Polres Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan motifnya masih diselidiki lebih dalam oleh Polres Bogor secara transparan.

“Kami akan melaksanakan penyelidikan, dan penyelidikan ini secara transparan, apalagi ini menyangkut ibu kandung,” ujar AKBP Rio Wahyu.