Ringkasan Berita
- I Wayan Kartika, saksi yang juga pegawai homestay mengatakan pelaku asal Kota Mataram, Nusantara Tenggara Barat (NTB)…
- Terkini, polisi telah menggelar rekonstruksi kasus tersebut di beberapa lokasi salah satunya di homestay yang kerap d…
- Menurut saksi, saat beberapa kali melihat Agus Buntung membawa perempuan, dia tidak melihat gelagat aneh pada korban.
TOPIKSERU.COM – Kasus dugaan pelecehan seksual dengan tersangka IWAS alias Agus Buntung (21) masih dalam proses penyidikan kepolisian. Terkini, polisi telah menggelar rekonstruksi kasus tersebut di beberapa lokasi salah satunya di homestay yang kerap dipakai pelaku.
I Wayan Kartika, saksi yang juga pegawai homestay mengatakan pelaku asal Kota Mataram, Nusantara Tenggara Barat (NTB) ini beberapa kali datang dengan teman wanitanya.
Melansir kompas.com, I Wayan mengungkapkan saat datang, Agus Buntung punya kamar favorit, yakni kamar bernomor 6 di homestay tersebut.
Dia juga menyebut beberapa kali menyewa kamar di tempatnya bekerja itu, teman perempuan Agus yang selalu membayar biaya chek in.
“Kamar nomor enam yang di pojok,” kata Wayan dalam rekonstruksi yang digelar di TKP homestay di Mataram, Rabu (11/12).
Saksi mengatakan beberapa kali melihat tersangka membawa wanita yang berbeda-beda.
“Ada empat sampai lima kali saya melihat, ya, itu mungkin (jarak) mingguan,” ujar Wayan Kartika.
Dia juga menyebut terkadang dalam beberapa kesempatan Agus Buntung yang membayar biaya kamar.
Tetapi beberapa kali I Wayan melihat perempuan yang dibawa pelaku yang membayar kamar.
“Yang cewek (yang bayar), kadang-kadang si Agus juga bayar short time Rp 50.000,” bebe I Wayan.
Menurut saksi, saat beberapa kali melihat Agus Buntung membawa perempuan, dia tidak melihat gelagat aneh pada korban.
Para perempuan tersebut juga tidak terlihat menangis, berteriak atau lari keluar kamar meminta pertolongan.
“Biasa saja, tidak ada yang aneh,” kata Wayan.
Dalam reka adegan terlihat kamar bernomor 6 yang menjadi kamar favorit pelaku tidak terlalu luas, hanya berukuran 3 x 3 meter dengan fasilitas toilet kecil di dalamnya.
Di depan kamar tersebut terlihat sebuah tirai bambu yang menjuntai untuk menghalangi cahaya sinar matahari masuk.
Agus Buntung memperagakan sejumlah adegan, mulai membayar uang sewa kamar sebesar Rp 50 ribu hingga membawa korban ke kamar.
Diketahui, proses rekonstruksi kasus dugaan pelecehan seksual dengan tersangka Agus Buntung berlangsung di tiga lokasi.
Selain homestay, penyidik juga melakukan rekonstruksi di Taman Udayana dan sebelah utara kompleks Islamic Center.













