Hukum & Kriminal

Penipuan Masuk PTN, Orangtua Siswa di Medan Rugi Ratusan Juta

×

Penipuan Masuk PTN, Orangtua Siswa di Medan Rugi Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini
Penipuan masuk PTN
Ilustrasi - Sejumlah orangtua siswa di Medan mengaku menjadi korban penipuan modus masuk Perguruan Tinggi Nasional (PTN). Foto: Getty Images

Ringkasan Berita

  • Para korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah anak mereka dijanjikan lolos seleksi.
  • Hal yang membuat mereka percaya, skema ini melibatkan oknum pihak sekolah yakni, eks Kepala sekolah dan Wakil kepala …
  • Beberapa korban juga merasa terjebak karena informasi mengenai jalur ini datang dari lingkungan sekolah yang seharusn…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Sejumlah orangtua siswa Yayasan Boarding School SMA Jabal Rahma Mulia mengaku menjadi korban dugaan penipuan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Sumatera Utara.

Para korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah anak mereka dijanjikan lolos seleksi.

Hal yang membuat mereka percaya, skema ini melibatkan oknum pihak sekolah yakni, eks Kepala sekolah dan Wakil kepala Sekolah sehingga terlihat lebih kredibel dan meyakinkan.

Dugaan kasus ini mulai terungkap setelah beberapa orangtua melaporkan kehilangan uang dalam jumlah besar, setelah anak mereka tidak kunjung diterima di perguruan tinggi seperti yang dijanjikan.

Beberapa korban juga merasa terjebak karena informasi mengenai jalur ini datang dari lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi sumber terpercaya.

Salah seorang orangtua siswa berinisial D, mengaku telah menyerahkan Rp 200 juta kepada seseorang perempuan yang mengklaim bisa membantu anaknya masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU).

Dia mengungkapkan bahwa tawaran tersebut datang dari bekas kepala sekolah Boarding School SMA Jabal Rahmah Mulia bernama, Achmad Sulu, yang kemudian memperkenalkan seorang perempuan bernama, Fika Yolanda Ramadhani.

“Saya dikenalkan kepada Fika dia katanya punya akses langsung ke jalur khusus di universitas. Sebab dia juga saat itu mantan manajer Bimbel Genza Education yang bekerja sama dengan sekolah. Informasi ini kami dapatkan dari lingkungan sekolah, jadi saya sama sekali tidak curiga, awalnya,” ucap D, saat diwawancarai Senin (3/2/2025).

D menjelaskan bahwa prosesnya dibuat seolah-olah resmi, mulai dari pengumpulan dokumen, formulir pendaftaran, hingga tahap pembayaran yang disebut sebagai dana komitmen.

Namun, setelah uang ditransfer, komunikasi dengan pihak yang menjanjikan jalur khusus tersebut semakin sulit. Sampai akhirnya, ketika pengumuman penerimaan mahasiswa baru tiba, anaknya tidak masuk dalam daftar mahasiswa yang diterima.

Hal serupa juga dialami korban lainnya, berinisial B, yang mengalami kerugian Rp150 juta. Ia menceritakan bahwa pihak yang menawarkan jalur ini mengetahui detail nilai dan prestasi akademik anaknya, skema yang sama dilakukan, namun B, dikenalkan kepada Fika melalui wakil kepala sekolah. Hal itu kemudian membuatnya yakin bahwa program tersebut benar-benar ada.

Baca Juga  5 Fakta Unik di Balik Kasus Penipuan Ayah Raline Shah, Saat Negarawan Ditipu Napi Narkotika

Kali ini, B, ditawari oleh Fika dan dikuatkan keyakinannya dari lingkungan sekolah. Anaknya disebut dapat diluluskan ke Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal).

“Saya percaya karena wakil kepala sekolah menyebutkan jika anak saya bisa diluluskan ke Unimal. Mereka juga kan memiliki akses ke data akademik anak saya. Mereka bilang anak kami sudah memenuhi standar dan hanya perlu membayar sejumlah uang sebagai bagian dari proses administratif. Kami tidak berpikir panjang karena merasa sekolah pun mengetahui adanya program ini,” ujarnya.

Namun, setelah pembayaran dilakukan, pihak yang menjanjikan jalur khusus ini mulai menghindar, sulit dihubungi, dan tidak memberikan informasi jelas terkait status anaknya di perguruan tinggi yang dijanjikan.

Salah satu faktor utama yang membuat para korban percaya adalah keterlibatan pihak sekolah dalam penyebaran informasi mengenai jalur ini.

Para orangtua menyatakan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai jalur khusus ini melalui kepala dan wakil kepala sekolah, meskipun tidak secara langsung direkomendasikan secara resmi.

Pihak Sekolah Membantah

Namun, ketika kasus ini mulai mencuat, pihak sekolah membantah terlibat dalam skema tersebut.

Yayasan Boarding School SMA Jabal Rahmah Mulia melalui kuasa hukumnya, Ubat Riadi Pasaribu, menegaskan bahwa yayasan tidak terlibat dalam kasus dugaan percaloan masuk perguruan tinggi yang menyeret nama Fika Yolanda Ramadhani tersebut.

“Keterlibatan yayasan justru tidak ada pada kasus itu. Dugaan penipuan ini murni dilakukan oleh oknum, yakni yang diduga adalah Fika,” ujar Ubat, Rabu (29/1/2025).

Meski demikian, sejumlah korban meyakini bahwa ada keterlibatan oknum dari pihak sekolah dalam skema ini. Mereka berharap penyelidikan dapat mengungkap siapa saja yang terlibat dan bagaimana skema ini bisa berjalan dengan mulus tanpa menimbulkan kecurigaan.

Hingga saat ini, para orangtua siswa yang menjadi korban masih berharap agar pihak berwajib bisa segera menangkap pelaku untuk mengembalikan uang mereka.

Orangtua siswa juga mendesak agar ada regulasi lebih ketat terkait informasi penerimaan mahasiswa baru agar tidak ada lagi kasus serupa yang merugikan orangtua dan siswa.

“Kami ingin uang kami kembali dan pelakunya dihukum. Jangan sampai ada lagi orangtua lain yang tertipu seperti kami,” kata D.