Internasional

Presiden AS Donald Trump Gelombang Besar Perang dengan Iran Segera Datang

×

Presiden AS Donald Trump Gelombang Besar Perang dengan Iran Segera Datang

Sebarkan artikel ini
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada CNN Senin (2/3/2026) bahwa “gelombang besar” dalam perang melawan Iran belum terjadi dan akan segera datang

Topikseru.com, Jakarta – Kabar terbaru datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada CNN Senin (2/3/2026) bahwa “gelombang besar” dalam perang melawan Iran belum terjadi dan akan segera datang.

“Kami bahkan belum mulai menghantam mereka dengan keras. Gelombang besar itu belum terjadi. Yang besar akan segera datang,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa Washington belum mengetahui siapa yang kini memimpin Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Trump juga menyebut belum jelas siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin baru Iran.

Dalam pengarahan resmi pertama sejak konflik dimulai, Ketua Gabungan Kepala Staf AS Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa pencapaian tujuan militer di Iran akan membutuhkan waktu.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan tujuan utama operasi adalah menghancurkan angkatan laut Iran serta kemampuan misilnya, yang dinilai dapat melindungi upaya rahasia pengembangan senjata nuklir. Iran membantah ingin memiliki senjata nuklir.

Hegseth menepis anggapan bahwa operasi ini akan menjadi perang tanpa akhir seperti Irak.

Namun, ia menolak memberikan garis waktu yang jelas, bahkan setelah Trump menyebut serangan bisa berlangsung hingga empat pekan.

Korban dan Eskalasi

Serangan AS dan Israel terhadap Iran memicu balasan besar-besaran dari Teheran. Sebagian besar drone dan misil berhasil dicegat oleh militer AS dan sekutunya, tetapi korban tetap terjadi.

Militer AS mengonfirmasi satu personel tambahan tewas akibat luka-luka terkait operasi, sehingga total korban tewas bertambah.

Baca Juga  Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran Usai Pembicaraan Nuklir Gagal

Enam personel lainnya terluka ketika sistem pertahanan udara Kuwait secara keliru menembak jatuh tiga jet tempur F-15 milik AS.

“Kami memperkirakan akan ada tambahan kerugian,” kata Caine, menegaskan bahwa ini adalah operasi tempur besar.

Kontroversi Politik

Sejumlah anggota Partai Demokrat menuduh Trump mempertaruhkan nyawa warga Amerika dalam perang pilihan (war of choice).

Mereka juga mempertanyakan keputusan menghentikan jalur diplomasi, padahal mediator Oman sebelumnya menyatakan pembicaraan damai masih memiliki peluang.

Trump mengklaim Iran hampir memiliki kemampuan menyerang AS dengan rudal balistik, meski menurut laporan Reuters, klaim tersebut tidak didukung laporan intelijen terbaru.

Pejabat pemerintahan juga mengakui dalam pengarahan tertutup bahwa tidak ada intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan AS lebih dulu.

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya satu dari empat warga Amerika mendukung serangan terhadap Iran, sebagian karena kekhawatiran terhadap keselamatan pasukan AS dan potensi dampaknya terhadap pemilu paruh waktu November mendatang.

Pengerahan Militer Berlanjut

Militer AS terus memperkuat kehadiran di Timur Tengah, bahkan setelah pengerahan terbesar sejak invasi Irak 2003.

Meski demikian, hingga kini belum ada indikasi kepemimpinan ulama konservatif Iran akan menyerahkan kekuasaan.

Hegseth menegaskan tidak ada pasukan darat AS di Iran saat ini, namun ia juga tidak menutup kemungkinan tersebut.

“Presiden Trump memastikan musuh memahami bahwa kami akan melangkah sejauh yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Amerika,” ujarnya.