Internasional

Hizbullah Klaim Serang Tiga Pangkalan Militer Israel di Utara dan Golan

×

Hizbullah Klaim Serang Tiga Pangkalan Militer Israel di Utara dan Golan

Sebarkan artikel ini
Hizbullah serang Israel
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir.

Topikseru.com, Beirut – Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, menyatakan telah melancarkan serangan terhadap tiga pangkalan militer Israel di wilayah utara dan Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel.

Dalam tiga pernyataan terpisah yang dikutip kantor berita Anadolu Agency pada Selasa, Hizbullah menyebut operasi tersebut sebagai respons atas apa yang mereka klaim sebagai agresi Tel Aviv terhadap Lebanon.

Kelompok itu menegaskan bahwa serangan mereka “terbatas pada sasaran militer”.

Target Ramat David dan Meron

Hizbullah mengaku meluncurkan serangkaian drone kamikaze ke lokasi radar dan ruang kendali di Ramat David Airbase, pangkalan udara militer Israel di wilayah utara.

Selain itu, kelompok tersebut juga menyatakan telah menargetkan Pangkalan Meron, fasilitas yang disebut digunakan untuk pengawasan serta pengelolaan operasi udara Israel di kawasan utara.

Menurut klaim Hizbullah, serangan tersebut merusak salah satu sistem radar pangkalan dan sebuah gedung komando. Namun, belum ada verifikasi independen terkait tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Roket ke Pangkalan Nafah di Golan

Dalam operasi ketiga, Hizbullah menyatakan telah meluncurkan “rentetan roket besar-besaran” ke Pangkalan Nafah, markas Divisi Bashan ke-210, yang berada di wilayah Dataran Tinggi Golan.

Wilayah Golan merupakan kawasan strategis yang diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967 dan hingga kini menjadi titik ketegangan regional.

Israel Belum Beri Tanggapan

Hingga laporan ini diturunkan, militer Israel belum memberikan komentar langsung terkait klaim serangan tersebut. Otoritas setempat juga belum merilis informasi resmi mengenai dampak maupun potensi korban.

Eskalasi terbaru ini menambah daftar ketegangan lintas perbatasan antara Lebanon dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Serangan menggunakan drone dan roket jarak menengah menjadi pola yang kerap muncul dalam dinamika konflik kedua pihak.

Situasi di perbatasan utara Israel dan Lebanon terus dipantau komunitas internasional, mengingat potensi meluasnya konflik di kawasan yang sudah lama menjadi titik panas geopolitik Timur Tengah.