Kamis, 24 September 2026

Iran Ancam Tebar Ranjau Laut di Teluk Persia, Jalur Energi Global Terancam

Muchlis - Senin, 23 Maret 2026 20:44 WIB
Iran Ancam Tebar Ranjau Laut di Teluk Persia, Jalur Energi Global Terancam
Iran ancam ranjau laut Teluk Persia
Topikseru.com - Pemerintah Iran mengancam akan menebar ranjau laut di seluruh kawasan Teluk Persia jika mendapat serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Ancaman tersebut disampaikan melalui pernyataan Dewan Pertahanan Nasional Iran yang dikutip kantor berita Fars, Senin. Dalam pernyataan itu, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayah pantai atau pulau-pulaunya akan dibalas dengan penempatan ranjau di jalur pelayaran strategis. "Setiap upaya menargetkan wilayah Iran akan memicu pemasangan ranjau di jalur akses dan komunikasi laut," demikian isi pernyataan tersebut.

Berpotensi Tutup Jalur Vital Dunia

Iran menyebut, skenario tersebut dapat membuat kondisi kawasan menyerupai Selat Hormuz yang tertutup dalam waktu lama. Penutupan jalur ini dinilai berisiko besar terhadap perdagangan global, mengingat sekitar 20 juta barel minyak melintasi kawasan tersebut setiap hari. Gangguan yang telah terjadi sejak awal Maret bahkan disebut telah mendorong kenaikan biaya pengiriman dan harga minyak dunia.

Koordinasi Jadi Syarat Aman Melintas

Dalam pernyataannya, Iran juga menegaskan bahwa negara-negara yang tidak terlibat konflik hanya dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman melalui koordinasi dengan Teheran. Pernyataan ini mempertegas posisi Iran dalam mengontrol jalur laut strategis di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan.

Konflik Memanas Sejak Serangan Februari

Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan, seperti Yordania dan Irak, yang menjadi lokasi aset militer AS. Ketegangan ini tak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga mengguncang pasar global, termasuk sektor energi dan penerbangan internasional. Sejumlah analis menilai, jika ancaman penutupan jalur laut ini terealisasi, maka risiko lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasok global akan semakin besar.
Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Pemprov Sumut - AS Perkuat Kemitraan Strategis
Imperialisme Modern dan 'New Western Century': Dunia Sedang Berubah
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz