Topikseru.com – Fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Rabu pagi, di tengah upaya deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Serangan tersebut dikonfirmasi oleh National Iranian Oil Refining and Distribution Company (NIORDC) melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita energi Shana.
“Saat ini fasilitas kilang minyak Pulau Lavan menjadi sasaran serangan pengecut oleh musuh,” demikian pernyataan NIORDC.
Tidak Ada Korban Jiwa, Pemadaman Masih Berlangsung
Insiden terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Hingga kini, petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api yang muncul akibat serangan tersebut.
Pihak otoritas Iran menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini berkat proses evakuasi cepat yang dilakukan di lokasi kejadian.
Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Iran.
Dalam kesepakatan tersebut, Teheran juga menyatakan kesediaan membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
Selain itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyebutkan bahwa perundingan lanjutan antara kedua negara dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4).
Konflik Regional Masih Berlanjut
Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Serangan udara Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 28 lainnya di Kota Sidon, Lebanon, pada Selasa malam (7/4).
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut menghantam sebuah kafe di kawasan tepi pantai.
Laporan National News Agency (NNA) Lebanon menyebutkan bahwa serangan dilakukan oleh angkatan udara Israel sebagai bagian dari eskalasi konflik dengan kelompok Hizbullah.
Eskalasi Sejak Awal Maret
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat sejak awal Maret 2026, ketika kelompok tersebut kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.
Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk selatan negara itu, Lembah Beqaa, hingga pinggiran Beirut.
Pada 16 Maret, militer Israel juga mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.
Serangan terhadap fasilitas energi Iran di tengah gencatan senjata meningkatkan kekhawatiran pasar global, terutama terkait pasokan minyak dan stabilitas kawasan.
Analis menilai insiden ini berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung, sekaligus memperbesar risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah.












