International

Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Akhiri Masa Jabatan di DOGE

×

Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Akhiri Masa Jabatan di DOGE

Sebarkan artikel ini
Dokumen Epstein
Presiden terpilih AS Donald Trump menyapa CEO Tesla dan pemilik X Elon Musk selama rapat umum sehari sebelum Trump dijadwalkan dilantik untuk masa jabatan kedua, di Washington, AS, 19 Januari 2025. Foto: REUTERS

Ringkasan Berita

  • Kabar pengunduran diri Musk dikonfirmasi langsung oleh seorang pejabat Gedung Putih, Kamis, 29 Mei 2025.
  • DOGE Pangkas 260 Ribu Pegawai Sipil Selama masa kerjanya, DOGE diklaim berhasil memangkas sekitar 12 persen atau 260….
  • Musk sebelumnya ditunjuk sebagai bagian dari Department of Government Efficiency (DOGE), lembaga bentukan Trump yang …

Topikseru.com, WASHINGTON – Chief Executive Officer Tesla dan SpaceX, Elon Musk, resmi mengakhiri kiprahnya sebagai pegawai pemerintah khusus di pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kabar pengunduran diri Musk dikonfirmasi langsung oleh seorang pejabat Gedung Putih, Kamis, 29 Mei 2025.

“Pemberhentiannya akan dimulai malam ini,” ujar pejabat tersebut kepada Reuters.

Musk sebelumnya ditunjuk sebagai bagian dari Department of Government Efficiency (DOGE), lembaga bentukan Trump yang bertugas merestrukturisasi dan memangkas ukuran birokrasi federal.

Jabatan Musk berlangsung selama 130 hari dan diperkirakan resmi berakhir pada 30 Mei 2025.

Dalam unggahannya di platform X pada Rabu, Musk berterima kasih kepada Trump atas kepercayaan selama masa tugasnya di DOGE. Ia menegaskan bahwa meski dirinya hengkang, misi efisiensi pemerintahan akan terus berjalan.

“Misi DOGE hanya akan semakin kuat seiring berjalannya waktu karena menjadi bagian dari kehidupan di seluruh pemerintahan,” tulis Musk.

DOGE Pangkas 260 Ribu Pegawai Sipil

Selama masa kerjanya, DOGE diklaim berhasil memangkas sekitar 12 persen atau 260.000 dari total 2,3 juta tenaga kerja sipil federal.

Pemangkasan dilakukan lewat ancaman pemecatan, pembelian masa kerja, hingga tawaran pensiun dini. Langkah ini merupakan bagian dari visi Trump untuk memangkas birokrasi dan memperkecil ukuran pemerintah federal.

Namun, pengunduran diri Musk terjadi di tengah masa sulit pemerintahan Trump. Pemerintah tengah menghadapi kritik terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran dan Pajak Partai Republik yang dinilai justru memperbesar defisit negara.

“Sejujurnya, saya kecewa melihat RUU pengeluaran besar-besaran yang meningkatkan defisit anggaran, bukan menguranginya, dan merusak pekerjaan yang dilakukan tim DOGE,” kata Musk kepada CBS News, Selasa (27/5).

Tekanan Investor dan Kontroversi Politik

Aktivitas politik Musk selama menjabat sebagai penasihat pemerintah telah menuai reaksi beragam. Sejumlah investor Tesla dilaporkan mendesak Musk untuk kembali fokus mengelola perusahaannya dan meninggalkan urusan politik.

Musk, yang juga tercatat sebagai orang terkaya di dunia, membela diri dengan menyebut perannya di pemerintahan sebagai langkah transformatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya diberi wewenang oleh Presiden Trump untuk membubarkan sebagian struktur pemerintahan yang tidak efisien. Ini mandat besar dan langka,” ucap Musk dalam pernyataan sebelumnya.

Meski ditinggal Musk, pemerintah AS memastikan agenda DOGE untuk efisiensi tetap berjalan. Pemerintah menegaskan bahwa reformasi birokrasi akan terus menjadi bagian dari prioritas administrasi Trump di periode ini.