International

Teriakan Mayday di Langit Ahmedabad: Fakta-Fakta Mengejutkan Jatuhnya Pesawat Air India

×

Teriakan Mayday di Langit Ahmedabad: Fakta-Fakta Mengejutkan Jatuhnya Pesawat Air India

Sebarkan artikel ini
pesawat Air India
Kecelakaan pesawat Air India yang membawa membawa 242 penumpang

Ringkasan Berita

  • Pesawat naas ini membawa 242 orang, termasuk kru dan penumpang dari berbagai kewarganegaraan.
  • Hingga saat ini, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 30 jiwa, dan diperkirakan akan terus bertambah seiring…
  • Menurut pernyataan resmi dari Air India, pesawat tersebut membawa: – 217 orang dewasa – 11 anak-anak – 2 bayi Dari ju…

Topikseru.com – Setidaknya 30 Orang dilaporkan tewas dan diperkirakan akan terus tertambah saat pesawat Air India jatuh di asrama kedokteran setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, India Kamis (12/6).

Pesawat naas ini membawa 242 orang, termasuk kru dan penumpang dari berbagai kewarganegaraan. Hingga saat ini, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 30 jiwa, dan diperkirakan akan terus bertambah seiring proses evakuasi yang berlangsung.

Insiden tragis ini tak hanya merenggut nyawa penumpang di dalam pesawat, namun juga menyasar masyarakat sipil di darat. Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India itu dilaporkan menghantam sebuah bangunan di area permukiman dekat bandara — tepatnya menimpa hostel (asrama) mahasiswa B.J. Medical College, sebuah institusi kedokteran negeri terkemuka di Ahmedabad.

Seorang petugas kepolisian senior mengatakan bahwa bangunan yang tertimpa adalah asrama dokter, dan bahwa 70–80% area sudah berhasil dibersihkan.

Visual dari lokasi kejadian menunjukkan reruntuhan bangunan terbakar hebat, dengan bagian tubuh pesawat terpampang di atap ruang makan hostel.

Menurut pernyataan resmi dari Air India, pesawat tersebut membawa:

– 217 orang dewasa

– 11 anak-anak

– 2 bayi

Dari jumlah itu, terdapat 169 warga negara India, 53 warga Inggris, 7 warga Portugal, dan 1 warga negara Kanada. Beberapa di antara mereka adalah pelajar, pekerja migran, dan wisatawan yang hendak menuju Bandara Gatwick, London.

Detik-detik Kecelakaan: Panggilan “Mayday” dan Hilangnya Sinyal

Menurut laporan dari Flightradar24 seperti yang dilansir dari reuters.com, pesawat lepas landas pukul 13.39 waktu setempat dari runway 23 dan sempat mengirimkan sinyal darurat “Mayday” hanya beberapa detik setelah tinggal landas. Setelah itu, sinyal pesawat menghilang secara tiba-tiba dari radar.

Stasiun televisi lokal menayangkan rekaman CCTV yang menunjukkan pesawat terbang rendah di atas perumahan sebelum bola api besar muncul di langit dan asap hitam pekat membubung tinggi dari lokasi kejadian.

Kesaksian Mengharukan dari Keluarga Korban

Banyak keluarga yang mendatangi rumah sakit pemerintah Ahmedabad setelah mendengar berita jatuhnya pesawat. Poonam Patel, salah satu kerabat penumpang mengatakan iparnya berada dalam pesawat tersebut.

“Saudari ipar saya sedang dalam perjalanan ke London. Dalam waktu kurang dari satu jam, saya mendapat kabar bahwa pesawatnya jatuh,” ucapnya

Baca Juga  Di Balik Insiden ATR 42-500 IAT, Kisah Kapten Andy Dahananto: Pilot Senior dan Ayah Penyayang

Di tempat lain, seorang ibu bernama Ramila, yang anaknya adalah mahasiswa B.J. Medical College, mengatakan bahwa putranya sedang makan siang di hostel saat pesawat jatuh.

“Anak saya selamat, tapi mengalami luka karena melompat dari lantai dua untuk menyelamatkan diri,” ujarnya kepada wartawan.

Perdana Menteri Narendra Modi, yang berasal dari negara bagian Gujarat, menyatakan dukacita mendalam melalui akun X (Twitter):

“Tragedi di Ahmedabad sangat memilukan. Saya telah menginstruksikan seluruh pihak untuk memaksimalkan upaya penyelamatan.” tulisnya

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut gambar-gambar dari lokasi kejadian sebagai “menghancurkan hati” dan bahwa pemerintah Inggris sedang bekerja sama dengan otoritas India untuk membantu warga negaranya yang menjadi korban.

Raja Charles juga dilaporkan telah mendapat pembaruan berkala mengenai tragedi ini melalui juru bicara Istana Buckingham.

Investigasi dan Kronologi Teknis

Pesawat yang digunakan adalah Boeing 787-8 Dreamliner, dikenal sebagai salah satu pesawat komersial paling modern dan efisien, yang pertama kali digunakan pada 2011. Unit yang jatuh ini adalah produksi tahun 2013 dan telah beroperasi sejak Januari 2014.

Boeing, selaku pabrikan, menyatakan sedang mengumpulkan informasi dan bekerja sama dengan otoritas penerbangan India untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Saham Boeing mengalami penurunan drastis sebesar 6,8% di pasar pra-pembukaan setelah insiden ini.

Sejak diakuisisi oleh Tata Group pada tahun 2022, Air India telah melewati masa transformasi besar termasuk penggabungan dengan Vistara pada 2024. Namun, tragedi ini menjadi ujian besar pertama pasca restrukturisasi.

Gautam Adani, pendiri dan ketua grup Adani yang mengelola bandara Ahmedabad, mengungkapkan sangat terpukul dengan kejadian tersebut

“Kami sangat terpukul oleh tragedi ini. Dukungan penuh kami berikan untuk keluarga korban. Operasional bandara untuk sementara ditutup,” ucapnya

Kecelakaan ini menjadi insiden paling mematikan sejak tragedi pesawat Air India Express pada tahun 2020, yang menewaskan 21 orang setelah pesawat tergelincir dari landasan pacu dan jatuh ke jurang.

Upaya Evakuasi dan Bantuan Keluarga Korban

Tim penyelamat dari National Disaster Response Force (NDRF) dan Angkatan Bersenjata India telah diterjunkan ke lokasi. Air India telah membuka pusat informasi darurat dan hotline untuk keluarga korban.

Para korban luka telah dilarikan ke berbagai rumah sakit seperti Civil Hospital Ahmedabad dan Apollo Hospital. Beberapa penumpang yang selamat dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif. (*)

Sumber: Reuters