International

Hizbullah Nyatakan Dukung Iran, Sebut Israel dan AS sebagai Agresor dalam Konflik Timur Tengah

×

Hizbullah Nyatakan Dukung Iran, Sebut Israel dan AS sebagai Agresor dalam Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Hizbullah Lebanon
Hizbullah menyatakan tidak netral dan siap membantu Iran melawan Israel. Foto: Dok. Bloomberg

Ringkasan Berita

  • Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, melalui saluran resmi Telegram p…
  • Hizbullah, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Iran di Timur Tengah, menyatakan akan bertindak sesuai penila…
  • Menurut laporan dari otoritas masing-masing, setidaknya 25 orang tewas di Israel dan ratusan lainnya terluka akibat s…

Topikseru.com – Kelompok milisi bersenjata Hizbullah di Lebanon secara terbuka menyatakan keberpihakannya kepada Iran dalam eskalasi konflik bersenjata melawan Israel.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, melalui saluran resmi Telegram pada Kamis (19/6).

“Kami tidak netral. Kami berdiri bersama Iran untuk menghadapi ketidakadilan global ini,” tegas Qassem, menyebut bahwa kelompoknya mendukung penuh “hak dan kemerdekaan sah” Iran.

Qassem menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai pihak yang selama ini menjalankan kebohongan dan tindakan agresif terhadap Iran. Dia bahkan menyebut Israel sebagai “tumor kanker”, istilah yang selama ini banyak digunakan dalam narasi perlawanan kelompok-kelompok pro-Iran di kawasan.

“Kami memperjuangkan kemerdekaan, pembebasan tanah kami, serta kebebasan membuat keputusan dan pilihan kami sendiri,” tambahnya.

Hizbullah, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Iran di Timur Tengah, menyatakan akan bertindak sesuai penilaiannya sendiri untuk membalas agresi yang disebutnya brutal dari Israel dan AS.

Baca Juga  Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, Kemlu RI: Pemulangan Bertahap Dimulai 23 Juni

Eskalasi Mematikan

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan sejak Jumat (13/6), ketika Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, termasuk menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Serangan ini disebut sebagai respons terhadap serangkaian serangan proksi Iran terhadap kepentingan Israel di Timur Tengah.

Iran pun melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel, memicu kekhawatiran akan perang terbuka regional.

Menurut laporan dari otoritas masing-masing, setidaknya 25 orang tewas di Israel dan ratusan lainnya terluka akibat serangan balasan Iran. Sementara dari pihak Iran, sebanyak 639 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang luka-luka akibat serangan Israel sebelumnya.

Konstelasi Regional Memburuk

Dukungan Hizbullah terhadap Iran memperkuat kekhawatiran dunia internasional atas meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama dengan potensi keterlibatan lebih besar kelompok-kelompok bersenjata seperti Hizbullah, Houthi di Yaman, dan milisi Syiah di Irak dalam garis depan proksi Iran.

Pemerintah AS telah mengirimkan tambahan kekuatan militer ke kawasan dan menyerukan penahanan diri, sementara Dewan Keamanan PBB tengah mengupayakan sidang darurat untuk meredakan situasi.

Namun, dengan sikap frontal Hizbullah yang menolak netralitas dan menyatakan kesediaan untuk bertindak militer, potensi bentrokan langsung antara kelompok ini dan Israel tampaknya semakin terbuka.