International

Rusia Sebut Siap Bantu Iran: Bergantung Apa yang Dibutuhkan

×

Rusia Sebut Siap Bantu Iran: Bergantung Apa yang Dibutuhkan

Sebarkan artikel ini
Rusia
Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin bertemu di Beijing, China pada Kamis (16/5/2024). Foto: Antara/HO-Kementerian Luar Negeri RRC

Ringkasan Berita

  • Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow, Senin (23/6).
  • Diinformasikan sebelumnya bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pada Minggu (22/6) tiba di Moskow untuk bert…
  • "Semuanya bergantung pada apa yang dibutuhkan Iran," kata Peskov.

Topikseru.comRusia menegaskan akan memberikan bantuan kepada Iran setelah fasilitas nuklir mereka diserang Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow, Senin (23/6).

“Semuanya bergantung pada apa yang dibutuhkan Iran,” kata Peskov.

Namun, Rusia berharap Iran akan membicarakan kepada Kremlin terkait langkah yang akan mereka ambil ke depan.

“Semuanya bergantung pada apa yang akan dibahas oleh pihak Iran dan teman-teman Iran kita. Hari ini, kontak dengan menteri luar negeri Iran (Abbas Araghchi) akan berlangsung di Moskow, di mana mereka akan dapat bertukar pendapat menyusul eskalasi dramatis ini,” papar Peskov.

Baca Juga  Putin Siap Tambah Pasokan Minyak dan LNG ke Indonesia

Rusia Tegaskan Posisi dalam Konflik Iran – Israel

Peskov mengatakan bahwa Rusia secara terbuka telah menyatakan posisinya dalam konflik Iran dan Israel.

Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu menyatakan siap mendukung negara sekurtunya dalam situasi yang terjadi.

Diinformasikan sebelumnya bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pada Minggu (22/6) tiba di Moskow untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pertemuan penting ini guna membahas serangan terbaru yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran, sebut kantor berita Mehr.

Araghchi dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin (23/6) bersama Putin dan pejabat tinggi Rusia untuk membahas isu-isu regional dan internasional pascaserangan tersebut.