Ringkasan Berita
- Melalui unggahannya di platform X, Selasa, 8 Juli 2025, Musk menuding Trump menutup-nutupi dokumen penting terkait ja…
- "Bagaimana bisa orang percaya pada Trump jika dia tidak mau merilis dokumen Epstein?" tulis Musk, yang juga mendirika…
- Jeffrey Epstein adalah financier dan sosialita berpengaruh yang divonis bersalah memperdagangkan anak di bawah umur u…
Topikseru.com – Apa itu Dokumen Epstein, yang membuat miliarder teknologi Elon Musk berseteru dengan sekutunya, Donald Trump terkait kasus Jeffrey Epstein.
Melalui unggahannya di platform X, Selasa, 8 Juli 2025, Musk menuding Trump menutup-nutupi dokumen penting terkait jaringan kejahatan seks Epstein.
“Bagaimana bisa orang percaya pada Trump jika dia tidak mau merilis dokumen Epstein?” tulis Musk, yang juga mendirikan America Party, partai politik barunya.
Desakan ini langsung memancing debat publik. Musk menegaskan membuka dokumen Epstein akan menjadi prioritas America Party, menjadikan isu ini senjata politik baru melawan mantan presiden AS tersebut.
Siapa Jeffrey Epstein dan Apa Itu Dokumen Epstein?
Jeffrey Epstein adalah financier dan sosialita berpengaruh yang divonis bersalah memperdagangkan anak di bawah umur untuk prostitusi. Namanya menjerat lingkar elit global, dari politisi, bangsawan, pesohor, hingga taipan.
Epstein ditemukan tewas di penjara pada 2019 dalam kondisi misterius, sebelum persidangan yang seharusnya bisa membongkar daftar kliennya secara gamblang.
Inilah yang kemudian memicu berbagai teori konspirasi: Siapa saja sebenarnya yang terlibat? Di mana daftar klien Epstein disembunyikan?
“Dokumen Epstein” mengacu pada segala arsip – mulai dari catatan pengadilan, daftar manifest penerbangan jet pribadi Epstein (yang disebut “Lolita Express”), hingga buku kontak yang kabarnya berisi nama-nama tokoh dunia.
Publik mendesak daftar itu dibuka untuk memastikan tidak ada skandal kejahatan seks yang ditutup-tutupi.
Trump dan Foto Bersama Epstein
Nama Donald Trump tak asing dalam pusaran isu ini. Foto Trump bersama Epstein dan beberapa sosialita lainnya telah beredar luas sejak lama.
Namun Trump berkali-kali membantah memiliki hubungan dekat dengan Epstein dan mengaku tidak tahu-menahu aktivitas ilegal sang miliarder.
Meski begitu, janji pemerintahan Trump untuk membuka dokumen Epstein tak pernah benar-benar ditepati. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, bahkan menyatakan daftar klien Epstein tidak pernah ada, memicu kemarahan publik yang curiga bahwa dokumen itu sengaja dikubur demi melindungi nama besar.
Senjata Politik Musk Lewat America Party
Manuver Musk mendesak pembukaan dokumen Epstein bukan hanya sorotan moral, tapi juga kartu politik. Lewat America Party, Musk ingin merebut simpati warga AS yang gerah dengan janji transparansi yang tak kunjung terealisasi.
Musk berulang kali menegaskan partai barunya akan mewakili “80 persen rakyat di tengah” — segmen pemilih yang muak dengan polarisasi Partai Demokrat dan Republik.
Kini, dokumen Epstein bukan sekadar berkas hukum, tetapi bisa jadi penentu arah politik Amerika menuju Pilpres 2028. Jika benar terbongkar, tak hanya karier Trump yang dipertaruhkan – nama-nama besar lain mungkin akan ikut terbakar.
Demikian sekilas penjelasan terkait apa itu dokumen Epstein yang memanaskan panggung politik Amerika Serikat.








