Ringkasan Berita
- Hampir 60 anggota parlemen dari Partai Buruh Inggris – tulang punggung pemerintahan baru – menandatangani surat mende…
- Surat yang dikirim pada Kamis (10/7) lalu itu diinisiasi oleh Labour Friends of Palestine and the Middle East dan dit…
- Langkah Israel itu, menurut para legislator, berpotensi menjadi bentuk pembersihan etnis.
Topikseru.com – Desakan agar Inggris segera mengakui Palestina sebagai negara merdeka kian lantang terdengar dari jantung parlemen Westminster. Hampir 60 anggota parlemen dari Partai Buruh Inggris – tulang punggung pemerintahan baru – menandatangani surat mendesak Menteri Luar Negeri David Lammy untuk bertindak cepat, di tengah situasi Gaza yang terus memburuk.
Surat yang dikirim pada Kamis (10/7) lalu itu diinisiasi oleh Labour Friends of Palestine and the Middle East dan ditandatangani 59 legislator dari blok sentris hingga sayap kiri Partai Buruh.
Mereka mengecam rencana Israel membangun “kota kemanusiaan” berupa tenda di reruntuhan Rafah, Gaza selatan, yang mereka sebut sebagai dalih pemindahan paksa warga sipil Palestina.
Tuding Rencana Israel Bentuk Pembersihan Etnis
“Dengan rasa urgensi dan keprihatinan mendalam, kami menulis terkait pengumuman rencana pemindahan paksa warga sipil Palestina di Gaza ke kamp di Rafah yang hancur,” demikian kutipan surat tersebut, sebagaimana dilaporkan The Guardian, Sabtu (12/7/2025).
Langkah Israel itu, menurut para legislator, berpotensi menjadi bentuk pembersihan etnis. Para anggota parlemen mendesak pemerintah untuk tidak tinggal diam.
Mereka mendesaka agar mengakui Palestina sebagai negara, memulihkan pendanaan UNRWA, serta memberlakukan blokade perdagangan terhadap produk dari permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Ancaman Gagalnya Solusi Dua Negara
Para anggota parlemen menilai sikap Inggris yang terus menunda pengakuan negara Palestina justru melemahkan kebijakan solusi dua negara yang selama ini dijunjung tinggi London.
“Tanpa pengakuan negara Palestina, kita justru menciptakan ruang bagi status quo yang memungkinkan aneksasi wilayah Palestina secara de facto,” tulis mereka.
Perang Gaza Memburuk, Dunia Menunggu Sikap London
Perang di Gaza sendiri kini memasuki bulan ke-10, diwarnai pengungsian massal, kehancuran infrastruktur sipil, serta kegagalan negosiasi gencatan senjata.
Tekanan publik internasional terhadap pemerintahan baru Partai Buruh pun terus meningkat.
Hingga kini, Downing Street belum mengumumkan perubahan resmi sikap terkait pengakuan Palestina, meski retorika kampanye Partai Buruh menekankan pentingnya keadilan bagi rakyat Palestina.









